“Di suatu café, seorang pemuda tengah asyik menghabiskan kopi hangatnya dipagi yang cukup dingin itu. Di temani sebuah buku psikologi yang akhir-akhir ini sering dibawa kemanapun ia pergi. Dengan santainya ia menyeruput kopi hangat yang baru dipesannya.

Setelah selesai meghabiskan kopi hangatnya tersebut ia pun pergi menuju pintu keluar café itu. Dengan langkah yang pelan, mengingat hari itu tak ada agenda penting yang mengganggunya ia berjalan mendekati tanda EXIT yang menyala hijau. Perlahan ia pun mendorong pintu keluar itu hingga tubuhnya yang berawal berada di dalam café sekarang telah berada diluar gedung tersebut.

Namun tanpa ia sadari, ia telah membuat suatu “kesalahan”. Karena setelah pintu itu tertutup lagi, tulisan pintu keluar tersebut dari dalam adalah PULL!“

Sudah selesaikah anda menyimak sepenggal cerita tersebut? Mungkin komentar yang akan terhunus adalah rasa lucu atau geli yang anda rasakan. Namun setelah diresapi lebih dalam dan memaknai apa yang terkandung didalam cerita itu, bisa jadi kita semua melakukannya di sela-sela langkah hidup kita, di setiap waktu yang tersisa.

Terkadang tanpa sadar kita melakukan suatu kesalahan kecil yang kita sendiri menyederhanakannya, padahal dampak kesalahan kecil tidak sekecil yang kita lihat. Pembiasaan ini yang perlu bersama-sama kita benahi, karena dari kesalahan kecil yang terbiarkan akan hadir kebiasaan buruk yang dapat menjadi kebiasaan masyarakat sekitar.

“Pembiasaan terhadap kesalahan kecil bisa berdampak pada pewajaran penyimpangan tindak sosial masyarakat”

“Sang pemuda” tadi memang kita perhatikan tidak melakukan hal yang fatal saat ia melakukan kesalahan dengan mendorong pintu yang pada seharusnya peraturan menentukan pintu tersebut harus didorong (PUSH). Makna “harus” inilah yang menjadi pertimbangan dikehidupan kita, apakah kita akan mendengarkan sebuah aturan kecil yang ditetapkan untuk menjadi panduan hidup kita??

aturan-hidup
img: http://www.linkedin.com

Seseorang harus bijak menyikapi suatu aturan. Mereka diciptakan bukan dengan sekelebat ide, sedikit tujuan, atau bahkan hanya sebagai pemanis suatu keadaan sehingga keadaan tersebut bisa dianggap “teratur”. Aturan tersebut diciptakan hanya untuk membuat keteraturan, sangatsimple bukan? Namun ternyata kesombongan dan superioritas lebih mendominasi didalam diri kita daripada sedikit mengalah untuk tunduk pada aturan tersebut. Aturan ini bisa berupa hal apapun, aturan agama, hukum, sosial, kesepakatan bersama, yang pastinya adalah aturan yang dapat membawa kemaslahatan bersama.

“Cukup ketaatan terhadap suatu aturan kecil yang bisa menjadi takaran kebijaksanaan kita”

Kebiasaan suatu mayoritas seringkali dianggap suatu proses yang wajar walaupun itu adalah hal yang salah, maka tidak heran begitu banyak masyarakat yang dengan “rela” mengeluarkan biaya lebih untuk membuat KTP, pejabat “polos” yang terjebak sehingga terpaksa didakwa karena ketidaktahuannya bahwa “proses” yang dijalaninya merupakan kesalahan fatal yang dibiarkan turun-temurun. Sebuah dampak dari apa yang saya sebut “pembiaran penyimpangan kecil”. Itu hanyalah sebuah contoh kecil dari apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat kita, sudah saatnya orang-orang yang mengerti meluruskan hal-hal yang semestinya tidak berlaku.

Disinilah peran pribadi-pribadi intelek diharapkan, dari sebuah pola fikir yang berpihak kepada kebenaran akan lahir suatu perjuangan untuk membela hal-hal yang hak.

“Kebijaksanaan seseorang menuntut pendewasaan diri, pendewasaan diri menuntut konsistensi sikap, konsistensi sikap menuntut kerendahan hati, maka berawal dari kerendahan hati menerima segala peraturan yang ada, peraturan baik yang niscaya akan bermuara kepada sistematika kehidupan yang teratur”

Wassalam,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s