Ketika Hidup Mulai Tidak Menarik

Suatu malam saya dan temanku sampai pada pembicaraan tentang kehidupan. Mungkin kita bisa dibilang bernostalgia tentang masa-masa yang telah melewati hidup kita masing-masing. Dan pembicaraan itu berujung kepada sebuah kalimat: ”Wah… kenapa ya hidup gw s’makin tidak menarik?”, tiba-tiba kalimat itu terucap begitu saja dan kami terdiam sejenak. Lalu teman saya kembali mencairkan suasana dengan memulai candaan yang memecah keheningan tadi.

            Waktu merupakan satu-satunya hal yang tidak dapat diulang¸ di-recycle dan reuse, walau sudah banyak peneliti yang berusaha keras mencoba beserta teori-teorinya, namun hal tentang memutar-balikkan waktu masih saja menjadi misteri di kehidupan kita. Peran penting waktu menjadi sangat crusial dalam berjalannya kehidupan kita, dan tidak jarang waktu yang terus berulang-ulang membuat “jenuh” si-pemakainya. Seperti kalimat yang kami lontarkan tadi tentang jenuhnya kehidupan seseorang, itu semua sangat mungkin terjadi dalam setiap kehidupan manusia.

Munculnya rasa jenuh bisa disebabkan terlalu lengang-nya waktu kita dari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita. Terlalu banyaknya waktu kosong menjadikan otak kita tidak berputar cepat, tubuh pun ikut menurun vitality-nya. Padahal jika kita berkegiatan, otak kita akan berfikir penuh bagaimana siasat membagi waktu yang hanya 24 jam ini, lalu tubuh pun ikut beraktifitas sehingga otot-otot akan bekerja penuh, terlebih dalam jadwal yang padat. Tapi orang cenderung memilih untuk berlengang-lengang ria dalam kesehariannya sehingga tidak berkegiatan apapun, padahal “menyehatkan” otak adalah saat kita berfikir keras.

Mengisi hari-hari kita dengan kegiatan yang positif bisa mengurangi “kejenuhan” dalam menjalani hidup keseharian, terlebih lagi apabila kegiatan itu bersifat sosial sehingga berguna bagi masyarakat sekitar. Sehingga nilai interest dalam menjalaninya pun meningkat, dan kita akan lebih bersemangat dalam mencapai targetan-targetan kita. Oh ya, membuat targetan juga salah satu cara meningkatkan “nilai menarik” dalam kehidupan, bila targetan-targetan telah dibuat maka kita dapat mengisi ke-lengangan hari dengan mengejar targetan tersebut hingga tercapai. Dengan begitu, akan sangat menarik hidup kita kedepan.

Sejatinya kehidupan merupakan anugerah yang tidak diberikan kepada zombie atau mayat hidup, maka salah satu cara bersyukur adalah memanfaatkannya dengan mengisi dengan hal-hal positif bagi kita dan orang lain.

     

“Be useful, to ourself then the others”

 

best regards,

sangterasing

 

image source: 1, 2, 3, 4, 5

6 thoughts on “Ketika Hidup Mulai Tidak Menarik

  1. menarik atau tidaknya hidup semua kembali pada masing-masing orang. Saat orang berfikir hidup sudah tidak menrik, mungkin harus “berbuat sesuatu” agar hidup lebih menarik, karena waktu akan terus berjalan🙂

    Like

  2. menarik tidaknya bukanlah tujuan,tapi keputusan,…
    belajar menikmati apa pun yg kita miliki,..
    ketika aktivitas sdh smakin padat,hdup akan cndrung mbosankan,jenuh dn tdk menarik,..tdk ada tantangan dn berkurangnya semangat,..
    kita yg memutuskan apakah hidup yg kita jalani ini menarik atau tidak,bahagia atau tidak,..putuskan sj😀

    Like

    1. Namun bukannya saat-saat padat waktu, pikiran tentang hidup akan tenggelam dengan sendirinya. Sehingga fokus memikirkan hidup yang tidak menarik ini menjadi teralihkan…
      hehe just wondering… tapi semua tergantung “user”-nya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s