Silly Old Bear “Winnie the Pooh”

Baru saja saya melihat sebuah film animasi yang mungkin telah berumur puluhan tahun, film yang cukup berperan membawa perjalanan hidupku hingga saat ini. Bercerita tentang beruang madu yang “bodoh” ditemani kawan-kawannya Rabbit si kelinci, Tiger sang macan loreng, Piglet si babi kecil yang penakut, Owl si burung hantu yang bijak, Kangga dan Roo seekor kangguru dan anaknya, serta tidak terlupa Eeyore si keledai penggerutu yang selalu kehilangan ekornya, mereka semua tinggal dan hidup berdampingan di “Hundred Acre Wood”.

  

Namun jangan kalian melupakan tokoh penting pada cerita ini, yaitu sang anak kecil Christopher Robin yang selalu menjadi penengah pada masalah yang kadang menimpa para penghuni Hundred Acre Wood, mungkin tidak semua dari kalian pernah mengenal kartun ini karena film animasi asal Inggris ini muncul pada tahun 90-an dan tidak booming di negara kita, berbeda dengan film manga jepang yang pada tahun itu pula banyak masuk ke pasar animasi Indonesia dan banyak digandrungi.

Seluruh cerita beruang madu dengan seorang anak ini dibuat oleh seseorang bernama A.A. Milne, kurang begitu tahu bagaimana sejarah kartun ini dibuat namun cerita dan isinya tidak jarang sarat akan makna. Hal-hal yang dibahas, menjadi permasalahan dan pemecahan masalahnya bersifat sangat sederhana, tema yang diangkat seputar persahabatan, bagaimana membantu seorang teman yang kesulitan –dalam konteks ini misalnya Eeyore yang kehilangan ekornya- dan berbagai macam hal lainnya.

Melihat film tadi seakan mengajak kembali diriku kembalai 15 tahun lalu, saat ibu membeli sebuah keping VCD dan kulihat berjudulkan “Winnie the Pooh, silly old bear”. Sewaktu ini sudah jelas membaca saja belum bisa apalagi bahasa Inggris, tapi paling tidak itu tulisan yang teringat. Selepas bepergian dan waktu itu kami mampir kerumah Bude, dengan segera kumainkan keping VCD tersebut dirumah budeku saking tidak sabarnya diriku melihat sinya. Ternyata film inilah yang kulihat, seekor beruang dan temannya, beserta si anak Christoper Robin, dan bisa dibilang aku sedikit belajar bahasa inggris dalam film ini, aksen Inggris-British sangat kental didalamnya dan hal itu makin membuat menarik film ini. Dan film yang baru saja kulihat merupakan kali kedua aku melihat kartun ini.

Sangat merindukan film kartun seperti ini, karena mengingat konsumen yang dituju adalah anak-anak yang membutuhkan cerita-cerita persahabatan, apalagi dikemas dengan kartun sehingga anak-anak dapat menerimanya dengan baik. Karena sekarang ini film untuk anak-anak dekat dengan kekerasan, dan tidak jarang ada unsur “dewasa” didalamnya. Sebut saja Harry Potter dengan adegan perkelahian melawan Voldemort, Narnia dengan peperangannya, dan tidak ketinggalan film-film manga jepang yang justru tema yang diangkat adalah peperangan-perseteruan dan kekerasan lainnya. Sehingga tidak heran anak kecil sekarang dekat dengan perseteruan, persaingan tidak sehat dan banyak macamnya.

Just Wondering… bagaimana ya hidup di dalam Hundred Acre Wood? kenangan singkat yang masih membekas hingga saat ini.

“ Silly old bear… said Christopher Robin” – Winnie the Pooh

 

image source: 1, 2, 3, 4

2 thoughts on “Silly Old Bear “Winnie the Pooh”

  1. Dari buku yang saya baca, kartun ini diangkat dari kisah nyata Christoper yang menemukan anak beruang di dalam lubang di tanah. Kedua anak berbeda spesies ini pun lalu bersahabat… AA Milne yang di buku itu dikatakan sebagai ayah Chris ( cuma bingung kok nama keluarganya beda ya? ) ngga mau kalau hal itu berhenti sampai di situ saja. Dia pun membuat cerita ttg Winnie The Pooh tentang persahabatan yang tak biasa ini. Begitulah kira2🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s