Malam tadi terasa berbeda dari malam-malam lainnya, saya rasa kalian penasaran. Ini bukan tentang saya yang mendapatkan traktiran makan malam, atau dapat bonus lebih dari kantor atau bahkan mendapat teman kencan baru (rasanya gak mungkin). Haha, tapi itu semua bukan sifat saya, saya lebih tertarik duduk sendiri memikirkan tentang indahnya bulan dan bintang, atau seberapa groovy-nya musik dalam playlist yang diputar, atau juga bagaimana sebuah film komedi berakhir menjadi romansa.

          Apa yang saya bicarakan tadi adalah tentang suasana. Yap, suasana hati saya semalam mendadak sejuk. Entah mengapa, apakah karena malam yang dingin. Tapi telaah saya sepertinya saya telah mendapatkan suguhan menarik malam ini. Dimulai dengan sore yang sederhana namun classy, ditemani gorengan dan ice coffee saya menghabiskan waktu menunggu maghrib. Lalu diakhiri dengan tontonan komedi yang menyegarkan hati.

Betul bahwa suasana adalah barang termahal yang bisa didapat pada zaman modern ini. Mengapa? Hmm…. saya berbicara bukan tanpa alasan. Bayangkan, untuk mendekorasi sebuah ruangan agar mencapai tingkat ke-cozy­-an seseorang bisa membuat orang tersebut merogoh kocek berpuluh-puluh juta. Bahkan seorang pemain bola terkenal, Beckham, sampai-sampai menghabiskan uang belasan Milyar Dollar untuk mendekorasi rumahnya. Itu semua semata-mata untuk mendapatkan “suasana” yang nyaman dan kondusif untuk dirinya dan keluarganya.

Observasi saya mengatakan bahwa apartemen dengan “sea view”, “golf view”, “mountain view” akan bernilai lebih mahal daripada apartement yang hanya mendapatkan pemandangan aspal jalanan. Istilah-istilah yang berakhiran “view” tersebut membuktikan bahwa dengan “menjual” suasana, nilai barang bisa naik dari nilai sebelumnya.

Hal ini membuktikan bahwa zaman sekarang, seseorang akan memberikan apapun, uang dan harta mereka untuk mencapai tingkat kenyamanan tertentu. Beberapa orang memerlukan waktu lama dan harta yang banyak untuk mendapatkan kenyamanan atas “suasana” tersebut. Namun beberapa orang telah menemukan kenyamanan atas “suasana” tersebut dengan waktu cepat dan tanpa mengeluarkan kocek sepeserpun.

Maka saya katakan, sangatlah beruntung mereka yang telah menemukan kenyamanan diri mereka dengan tidak perlu berepot-repot banting tulang dan peras keringat. Cukup bersyukur atas apa yang mereka miliki. Jadi teringat kata-kata Pak Ari Ginanjar yang intinya seperti ini:

“Sufi Corporate telah menemukan jalan pintasnya untuk mencapai kebahagiaan, tanpa melalui jalan kaya, tenar, popular, bersusah payah, bersaing. Mereka hanya menemukan jalan itu lewat kesyukuran.”

nyaman

best regards,

sangterasing

image source: 1, 2, 3

12 thoughts on “Membeli Suasana

  1. suasana yg nyaman tidak selalu mahal,, dan kalo saya sangat tergantung dg mood. Makan di angkringan pinggir jalan dg pengamen jalanan seringkali akan menjadi lbh nyaman dibandingkan dengan makan di restoran…🙂

    Like

  2. Wonderful goods from you, man. I have consider your stuff previous to and you are simply too great. I actually like what you’ve got right here, certainly like what you’re saying and the way in which by which you say it. You’re making it enjoyable and you still take care of to stay it smart. I can’t wait to read far more from you. This is really a tremendous site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s