Apa kalian akan berpikir postingan ini tentang makanan? atau paling tidak tentang makanan sehat untuk badan sehat? Kalau memang begitu, anda salah sekali. Postingan ini bukan tentang makanan atau hal-hal yang berkaitan tentang makanan. Tapi izinkan saya untuk mengambil istilah-istilah dalam dunia per-makanan berikut referensi-referensinya.

Kali ini saya akan bicara tentang tema yang lebih luas, mungkin sudah sering didengar kalian. Tapi tema ini tema yang tidak akan habis-habisnya dibicarakan selama kita masih hidup, dan manusia masih butuh hidup. Ya, tema ini adalah tentang kehidupan.

Lalu apa kaitannya dengan judul diatas? Biarkan saya memapaparkan terawangan saya tentang kehidupan. Menurut saya hidup itu laksana sebuah makanan yang disajikan untuk diri kita yang siap menyantapnya. Disiniah letak sinkronasi judul diatas dengan apa-apa yang akan saya bahas berikutnya.

Kehidupan yang sehat seperti makanan sehat yang nikmat untuk disantap, ada sayuran hijaunya, daging matang yang penuh protein, nasi yang sesuai untuk karbohidrat, dan sedikit accessories seperti tempe atau kerupuk. Lalu ujungnya didukung dengan air putih atau susu demi melengkapi makanan sehat tersebut.

Namun ada kalanya diri kita tidak berselera dalam menyantap makanan itu, maka tidak jarang dari kita menambahkan sedikit sambal pedas didalamnya. Disini yang menjadi pertanyaan, padahal kita semua tahu pedas membuat perih rongga mulut kita bahkan kadang mendzhalimi perut yang tidak siap tapi kita bersikukuh untuk menambahkannya ke dalam makanan untuk menambah selera.

Begitu pula dengan hidup, rasa pedas itu merepresantasikan ujian, cobaan dan kesusahan. Maka janganlah cepat mengeluh jika ada sedikit rasa sakit dalam perjalanan kita. Bisa jadi saat itu, secara tidak sadar kita tidak “berselera” untuk hidup lagi, maka dari itu diri ini menciptakan “kesusahan” tersebut agar kita kembali bergairah dalam menjalaninya. Jangan-jangan kalau kita enggak mengalami kesusahan itu, bisa jadi kita menyudahi hidup ini (baca: bunuh diri) karena ngerasa hidup enggak ada tantangannya.

Kadang pula kita mendapati rasa manis di dalam makanan kita. Awalnya sangat menyenangkan dan memuaskan, namun lama-kelamaan rasa manis itu menjadi mengganggu. Bukan karena kita yang tidak menyukainya, namun ternyata tubuh ini tidak dapat menerima rasa “manis” sebanyak itu dan akhirnya tubuh bisa menderita penyakit yang diberi nama “diabetes”.

Nah, rasa manis ini merepresentasikan kesenangan, joyful, kebahagiaan, kegembiraan. Maka janganlah terlalu terlena dan berlama-lama berkutat di area ini, terlalu banyak berfoya-foya, senang-senang bisa “mematikan” kreatifitas usaha kita dalam kehidupan dan alhasil hanya menjadi penyakit pada diri ini. Bandingkan bocah yang lahir dalam gelimang harta, dengan bocah yang lahir dalam segala keterbatasan? Siapakan yang akan tumbuh dengan daya kreatifitas tinggi? Kalian bisa menebaknya.

Rasa “Pedas” dan “Manis” hanyalah beberapa contoh RASA dalam makanan “kehidupan” yang telah merepresentasikan beberapa hal di dalam hidup ini (menurut saya). Dan masih banyak sisa rasa yang ada, dan saya tidak berhak untuk melarang kalian untuk merepresentasikan sesuai pendapat kalian masing-masing.

Jadi, hargailah hidupmu selayaknya engkau menghargai makananmu yang telah tersedia didepanmu. Hidup bisa menjadi sangat menyusahkan jika kita tidak tahu apa maksud baik dibalik kesusahan tersebut, dan pembiaran terhadap kesenangan semu yang menghampiri kita, secara tidak langsung dapat mematikan.

Dan terakhir, kita tidak bisa melupakan seseorang dibalik makanan sehat kita, yaitu sang koki yang handal. Begitu pula dengan hidup, kita tidak bisa lupa bersyukur atas Zat yang telah memberikan kita kehidupan yang baik ini..

“Grace to Allah… :)”

best regards,

sangterasing

image source: 1, 2, 3

6 thoughts on “Food-Life

  1. pertamax!
    xixixi

    aduhhh jadi tersindir nih saya kan doyan makan bangetsss hehe
    tapi cara saya untuk menanggulangi supaya jauh dari sakit (insya Allah) ya dengan olahraga… banyak baca juga supaya tau jenis2 makanan serta manfaat atau mudharatnya…
    insya Allah tetep bisa makan enak, halal, dan badan tetep sehat… amiiin!

    best regards
    SR (^_^)v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s