Menjadi seorang manusia adalah anugerah terindah pernah yang diberikan-Nya dalam setiap kehidupan manusia. Bayangkan jika dirimu diciptakan sebagai kumbang, kecoa, cicak atau mahluk kecil lainnya. Sudah bukan rahasia lagi manusia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki mahluk lainnya, yaitu akal.

Akal ini merupakan sebuah modal manusia hidup di dunia, modal melawan kerasnya alam semesta yang senantiasa membuat manusia terus berfikir untuk selamat dari terjangannya. Yang membuat asik itu adalah ketika kita sebagai manusia harus ‘jungkir-balik’ mencari jalan keluar ketika dilanda sebuah permasalahan, terutama permasalahan hidup pribadi masing-masing.

Setiap manusia mempunyai kemampuan masing-masing untuk berpikir dalam mencari solusi, kadang dalam waktu sempit kita ‘malah’ dapat melahirkan pemikiran yang ajaib. Diantara manusia-manusia tersebut ada yang menganut ‘aliran’ pikiran Realistis dan ada pula yang menganut ‘aliran’ pikiran Keyakinan. Sedikit mengerikan memang istilah ‘aliran’ tersebut, namun itu hanya penegasan sebuah tipe pemikiran.

Seseorang yang berpikiran realistis cenderung mengerahkan kekuatan akal dalam pengambilan keputusannya, melihat realita yang ada, kemampuan diri dan keadaan sekitar. Memang orang-orang seperti ini memiliki kemampuan kalkulasi yang hebat, dan tidak jarang perhitungannya tepat. Kadang tim atau rekan kerja diuntungkan oleh perhatiannya yang mendalam pada suatu permasalahan. Bagi dia, permasalahan yang diatur secara teratur berdasarkan solusi-solusi yang ada dapat menghasilkan jalan keluar yang sempurna.

Namun semangat yang ditularkan orang seperti ini benar-benar berdasarkan nilai-nilai matematis, motivasi-motivasi yang diberikan juga kurang mengena di hati teman dan rekan kerjanya. Jika dalam suatu momen ia menemukan hal yang tidak sesuai dengan perhitungannya, dengan segera ia akan jatuh putus asa. Begitu juga sebaliknya, sehingga setiap gerak-geriknya melalui perhitungan.

Bertolak belakang dengan para pemikir realistis, hadir orang-orang yang cenderung berpihak pada sebuah keyakinan dalam mengambil keputusannya. Orang seperti ini memiliki keteguhan atas keputusan yang ia pegang selama keputusan itu berpihak pada kebenaran. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang idealis. Namun tidak jarang keputusan yang diambil para pemikir seperti ini menghadirkan pertanyaan yang cukup mengganggu di benak bawahannya, seperti tetap akan melanjutkan usaha walau modal untuk usaha sudah habis.

Motivasi yang ditawarkan orang ini takkan ada habisnya, atas keyakinannya yang teguh ia dapat merubah mindset bawahannya yang pesimis menjadi beralih 180 derajat menjadi optimis. Tetapi terkadang keakuratan kalkulasi menjadi kekurangan mereka, karena hanya mengandalkan intuisi dan kepercayaan.

Jadi apa karakter dirimu? : )

best regards,

sangterasing

image source: 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s