Syukran Ya Ramadhan..

Bergidik merinding menanti subuh, sebagai tanda datangnya Ramadhan..

Rasa itu masih terasa kala petang ini, namun apa daya waktu kan berlalu jua..

***

Rasanya tak rela suasana riang penuh do’a hilang, melangkah pergi tinggalkan jiwa..

Bak sebulan tak cukup, tuk hancurkan rona hitam di hati para manusia..

***

Keramaian dini hari mencari sahur, diiringi ucapan memuji Asma-Nya..

Atau kebahagiaan menunggu buka, tanda kemenangan atas hawa nafsu kita..

***

Kerinduan itu bisa saja muncul hanya beberapa waktu selepas Ramadhan..

Namun ku ragu, rindu itu masih diingat sebulan.. dua bulan selepas Ramadhan..

Terucap syukur atas kesempatan yang masih diberi, melihat.. meratap.. menyepi..

Ada satu, dua, tiga cinta yang hilang.. kerabat dekat dan jauh.. sanak saudara..

***

Merasa benar pergantian nyawa diantara dua Ramadhan.. bersyukur.. bersyukur..

Meratap malu atas karunia yang diberikanNya..

Do’a-do’a yang di’ijabah..

Saudara-saudara baru yang mendekat..

Senyum-sapa yang merekah dari anak-anak fakir..

***

“Syukran Ya Ramadhan”

***

Mungkin itu frase yang cocok, karena Ramadhan kali ini sungguh berbeda..

Berharap getar dada saat tahajud, isak tangis Dhuha masih melekat 11 bulan kedepan..

“Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiya makum…”

met-idul-fitri-1433-H
“Taqobalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum..”

best regards,

Sangterasing and Big Family

😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s