Karya Anak Bangsa: Urban Qurban, sensasi baru berqurban. | Share Play Pray

Tidak habis-habis ide para pemuda Indonesia kita, dikala sebagian besar anak-anak muda hanya mengadaptasi budaya barat serta sifat konsumerisme yang tak kunjung sirna.. masih ada sekelompok pemuda yang mendedikasikan ke dunia IT dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.

Tidak lain dan tidak bukan, ialah kawan Badr Interactive dengan menggaet beberapa perusahaan yaitu tim branding D!YOURS HDC dan Nalacity Foundation sebagai motor sosial, mereka bersinergi dengan menghasilkan sebuah program bernama “Urban Qurban”.

Program ini bisa digunakan di Android dan iPhone, dan bukan tidak mungkin berkembang ke gadget lainnya. Tujuannya ialah mengkoneksikan kaum urban ibukota, dengan tradisionalnya hewan qurban dan komunitas sosial yang memberdayakan masyarakat, tentunya dengan kemasan ibadah Qurban itu sendiri. Maka tak heran ketika memasuki aplikasi tersebut, terlihat 3 buah kata yang makin familiar yaitu, “Share, Play, Pray”

Untuk lebih lengkapnya, saya mengutip sebuah artikel dari tim kami sebagai berikut:

Redaksi, Depok: Dalam rangka menyambut Idul Adha 1433 H bertempat di sebuah kafe di jalan Margonda, Depok, tiga perusahaan yakni D!YOURS Human Centered Design (HCD), Badr Interactive, dan TWIP Studio meluncurkan produk urbanQurban pada, Minggu (7/10). Acara peluncuran produk baru ini lewat sebuah seminar yang bertemakan “The Power of Collaboration”. UrbanQurban adalah gerakan kolaborasi sosial dan inovatif dalam melakukan kurban.
“Kami berusaha membantu peternak kambing dan sapi tradisional untuk menembus kelas menengah. Kelas menengah atau kaum urban bergaul supaya akrab dengan teknologi. Oleh karena itu, kami ciptakan inovasi gerakan kolaborasi sosial lewat teknologi,” kata Fahry Yanuar Rahman, di kantor Badr Interactive pada, Senin (8/10). Selain itu, UrbanQurban juga bekerjasama dengan 50 social entrepriseyang ada untuk menyalurkan 1.000 daging kurban kepada 50 komunitas masyarakat yang patut diberdayakan.

UrbanQurban terdiri dari website tempat transaksi dijalankan dan aplikasi mini game di Android dan iPhone. Pada website http://urbanqurban.com, pelanggan bisa memesan kurban dengan sekali klik. Cocok dengan karakter masyarakat urban yang akrab dengan teknologi. Di website itu juga tersedia informasi harga hewan kurban seperti kambing 20-25 kg seharga Rp1.284.500 dan sapi 200-240 kg seharga Rp8.950.000. Setelah itu, untuk mengisi waktu, pelanggan juga bisa bermain game mini urbanQurban lewat ponsel pintar Android. “Pengguna Android tinggal mengunduhnya di Google Play, gratis”, kata Andreas Senjaya, CEO Badr Interactive.

Game mini urbanQurban terdiri dari tiga menu. “Play”, “How to Play”, dan “About”. Dalam game mini ini, sebagai pemilik, kita harus merawat kambing kita dengan baik. “Mirip dengan Tamagochi,” ujar Edo, Character Stylist dari TWIP Studio “Kita harus merawat kambing kita di game ini dengan baik”. Ada beberapa pilihan cara “merawat” kambing, yakni memandikannya, memberi makan, tidur, dan mengajak kambing bermain.

Ada game mini lagi saat kita mengajak kambing bermain. Jika kita berhasil memenangkannya game ini, kita akan mendapatkan poin. Ada tawaran menarik saat poin sudah terkumpul banyak “Kalau sudah mendapat 200 poin dan kelipatannya, kita bisa mendapatkan diskon 10% untuk seluruh produk yang dijual oleh 50 social entreprise yang bekerjasama dengan kami,” terang Edo.

Pada hari penyembelihan, pelanggan bisa memantau lapangan tempat penyembelihan secara realtime. Tersedia juga layanan antar daging ke tempat pelanggan. Sekitar 50 social entreprise akan bergotong-royong mendistribusikan daging kurban ke 50 komunitas masyarakat yang sedang mereka berdayakan. Salah satunya adalah Nalacity yang akan membagikan daging kepada masyarakat di Desa Sitanala, Tangerang. Penduduk desa itu adalah mantan penderita kusta yang tersingkir dari kehidupan sosial masyarakat. Nalacity memberdayakan penduduk Sitanala lewat bidang fesyen, yakni memproduksi jilbab.

Setelah Idul Adha selesai, program urbanQurban tidak berhenti. UrbanQurban akan melebarkan sayap ke aqiqah, tabungan qurban, bahkan social farming yang menjadi solusi beternak bagi kaum urban yang tidak punya tanah. “Diharapkan gerakan kolaborasi sosial urbanQurban ini bisa menghubungkan antara kaum urban, peternak kambing atau sapi tradisional, dan meperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat,” tutup Fahry Yanuar Rahman. (Shopia Mulyani)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s