Pagi tadi saya beraktivitas seperti biasa, berangkat kerja menggunakan motor yang kurang lebih telah setahun menemani dari sebelum bekerja hingga sudah bekerja sekarang ini. Tetapi sebuah kemalangan menimpa, ternyata ban yang sudah kuduga kempes ternyata benar-benar kempes, kiraku mungkin “bocor halus” maka sebelum makin parah maka saya sempatkan menuju “Tambal Ban” dekat rumah. Walau dengan kejadian itu, diriku menjadi terlambat masuk kantor.

Selama menunggu si tukang tambal ban menambal, seperti biasa diriku lebih banyak memperhatikan sekitar daripada melamun tidak karuan. Kadang beruntung juga tidak mempunyai gadget yang menyibukkan diri, sehingga bisa lebih banyak merenung.

Sang penambal ban pun saya perhatikan berusaha dengan keras melayani pelanggannya, berpeluh namun tetap menikmati pekerjaannya. Sang penambal ban tersebut ada dua orang, yang mungkin saya taksir bersaudara karena kemiripannya. Boleh jadi kaos yang dikenakan tidak diganti karena kesibukannya, padahal keringat telah bercucuran dimana-mana. Walau dengan kondisi yang tak nyaman untuk bekerja, namun sang penambal tetap dengan ramah berhias senyum melayani sang pelanggan.

Kadang saya berpikir, boleh jadi profesi bapak-bapak ini sangat penting bagi sebagian besar orang, terutama pengendara motor. Bayangkan jika dalam keadaan genting; ambillah saat malam hari jam 12.00 tiba-tiba ban motor kita tertancap sebuah paku dan bocor, profesi apa yang kita cari? Apakah salesman motor? Penyedia jasa asuransi? Atau konsultan hidup? Saya yakin pasti anda serentak akan menjawab “Penambal Ban!”, maka atas dasar itu profesi penambal ban menjadi sangat penting.

Banyak sekali profesi-profesi yang sederhana menjadi sangat penting di momen-momen tertentu, salah satunya yang sebelumnya saya sebutkan yaitu penambal ban. Contoh lainnya adalah penjual pulsa disaat kita kehabisan pulsa, Ibu saya pernah “kelabakan” karena tidak bisa mencari penjual pulsa padahal sangat membutuhkan sehingga meminta saya untuk mencarikannya. Penjual air minuman ketika kita haus, Tukang sol sepatu ketika tiba-tiba sepatu kita jebol, Tukang nasi goreng ketika kita lapar, dan masih banyak lagi.

Maka coba renungkan, seberapa penting profesimu saat momen-momen tertentu. Jangan sampai profesimu yang kau bangga-banggakan masih kalah penting dari profesi sederhana para tukang, mas-mas, penjual asongan, dll.

best regards,
sangterasing

image source: 1, 2

One thought on “Seberapa penting profesimu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s