Dengan Izin-Mu

Entah mengapa jantung ini berdegup tidak seperti biasanya.
Rona wajah pun tak bisa disembunyikan walau di gelapnya malam.
Arteri kian merekah tiap sesi perjalanan berlalu, walau ia makin tua..

tapi darah kan tetap memerah.

Otak pun bekerja kian maksimal, meningkat beberapa persen dari biasanya.
Menimbang sana-sini yang perlu dikerjakan dan dipersiapkan.
Alunan harmoni yang biasanya dapat tenggelamkan dalam sunyi tak terpakai lagi.
Menunggu jawaban sang waktu yang tetap melaju..

jawaban dari pertanyaan dalam sanubari.

Biru langit kini makin sendu, seperti sore setiap hari.
Atau angin yang kian lembut melewati ubun-ubun hati.
Mungkin pula air yang mendingin kali ku usap wajah menghadap-Nya.
Namun yang kuyakin bukan semua itu, tapi efek kesungguhan ini.

Siapa yang tahu jumlah daun yang jatuh dikala musim gugur?
Siapa pula yang tau jumlah gelombang dari Pasifik?
Atau ada yang tidak punya kerjaan menghitung rintik hujan menjelang malam?

Hanya Ia yang tahu…

Maka Ya Rabb..
Izinkanlah ku melangkah dengan tegap..
Izinkanku menatap penuh pasti..
Buanglah kelu dilidah mengucap janji setia..
Tumbuhkanlah rasa ditiap detik bersama..

Mengapa Engkau?
Ya karena Engkau yang Maha Tahu, Engkau yang Maha mengizinkan.

Maka atas Restu-Mu, aku melangkah dengan ucap Bismillah..

 

best regards,

sangterasing

 

image source: 1

9 thoughts on “Dengan Izin-Mu

  1. Semoga di hari dimana digenapkannya kasih sayang Mas Riant dan pendamping, menjadi hari yang membahagiakan dan membawa canda tawa untuk semuanya. Aamiin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s