Beberapa tahun yang lalu semasa SMA, saya dihadapkan pada pilihan sulit tentang kegiatan ekstrakulikuler. Karena saya yang semasa SMP tidak pernah ikut eskul apa-apa, mendadak wajib memilih eskul karena diwajibkan sekolah dengan minimal ikut satu ekstrakulikuler. Pada mulanya saya yang minat di dunia seni-musik ingin masuk eskul Band (grup musik), namun ketika bertanya-tanya siapa saja yang ikut, ternyata yang mendaftar adalah “jagoan-jagoan” kawan SMP saya.

Alhasil pupus-lah keinginan mendaftar di eskul Band, membayangkannya saja tak bisa saya bergabung dengan para “jagoan” tersebut. Namun saya mendengar sebuah eskul yang “katanya” santai, gak banyak kegiatan, paling banter cumin ngaji aja, yaitu eskul ROHIS 6 Jakarta. Alhamdulillah cukup menuliskan nama kaka’ kelas dengan tangan terbuka menerima saya dan kawan kami.

Kira-kira itulah cerita saya bertemu dengan dakwah, yap! Lewat kegiatan ekstrakulikuler ROHIS di SMA. Walau media Metro TV sempat memberitahukan bahwa kegiatan keagamaan (rohis) di SMA cikal bakal teroris, tetapi saya tahu betul apa yang kami lakukan ialah tak jauh-jauh daripada kebaikan, pembekalan, bakti sosial, kajian Islam, pengajian, buka puasa bersama, Perayaan Hari Besar, dll.

Bahkan ribuan pelajar SMA yang berduyun-duyun turun ke jalan membela Rohis turun ke jalan pada tanggal 23 September 2012 di Bundaran Hotel Indonesia, pun tahu bahwa Rohis ialah tempat jiwa dan fisik ditempa untuk dapat membawa kebaikan ke penjuru Indonesia, dengan sifat taat kepada orang tua & gurunya, sifat yang aktif dalam setiap kegiatan sosial-akademik (KIR, Karang Taruna, Pramuka, dll), sifat mengajarkan ilmu agama Islam kepada sesama (mentoring, san-lat, rihlah), sifat yang selalu mengedepankan sifat Ikhlas lillahita’ala.

Para orang tua sekarang pasti khawatir dengan pengaruh luar biasa dari media yang mendorong anak-anaknya pada ROKOK, SEX BEBAS, ALKOHOL, NARKOBA, terlihat dari film-film barat yang sering memperlihatkan botol minuman keras, adegan sex yang tak sepatutnya ditonton anak-anak, iklan-iklan rokok yang bertebaran dimana-mana (tidak hanya TV, tapi juga Billboard sepanjang jalan). Namun disamping itu, orang tua juga dihadirkan oleh berita-berita terorisme, radikalisme, yang ujung-ujungnya menyudutkan Islam. Padahal ternyata “terduga” pelaku (yang tentunya telah ditembak mati ditempat) hanyalah seorang guru ngaji, atau tukang cetak spanduk yang rajin beribadah di masjid serta beramal saleh. Tapi karena sudah kadung ditembak mati, yaa.. mau apa lagi?

Sebenarnya ketakutan orang tua pada pengaruh terorisme itu hanyalah permainan media. Seorang muslim yang tau agamanya (Islam), seharusnya malah jauh dari kata radikal. Seharusnya orang tua lebih takut pada pengaruh budaya barat yang banyak mengajarkan tentang SEX BEBAS, ALKOHOLIC, HEDONISME, DRUGS daripada isu terorisme. Orang tua juga seharusnya was-was pada pengaruh Se-Pi-Lis yang tidak menghiraukan nilai agama lagi. Isu terorisme hanyalah “isapan jempol” hasil settingan “Paman Sam”, (Osama bin Laden ialah agen CIA bernama Tim Osman, Bom Boston dikerjakan tim rahasia bernama “The Craft”, dll.) akhirnya ROHIS-lah yang jadi sasarannya.

Padahal ROHIS ialah “Jalan Keluar” bagi orang tua untuk anak-anak mereka. Bahkan saya bisa dengan lantang berbicara bahwa, “JIKA BUKAN KARENA ROHIS, SAYA TAKKAN JADI SEPERTI INI. SAYA MUNGKIN AKAN MENJADI PEMUDA YANG MALAS, TAK AKTIF, INDIVIDUALIS, HEDONIS, PEROKOK BERAT, PLAYBOY CAP KECAP, DAN HAL-HAL BURUK LAINNYA”. Karena dalam Rohis saya belajar tentang bagaimana meng-upgrade diri saya lewat ibadah terlebih dahulu, lalu fisik dan mental. Insya Allah pemuda-pemuda yang pernah tersentuh oleh ROHIS ialah pemuda yang selamat dari ROKOK, NARKOBA, MINUMAN KERAS, SEX BEBAS, PEMBOROSAN, dan tentunya hal buruk lainnya.

Insya Allah, jika para orang tua mempercayakan anak-anaknya pada eskul ROHIS di sekolahnya (tentunya dengan pengawasan terus menerus), anak-anak tersebut akan tumbuh menjadi generasi yang Rabbani. Bagi yang anak-anaknya telah beranjak dewasa (kuliah), ada lembaga yang mirip dengan ROHIS semasa sekolah, ialah ROHIS KAMPUS atau sekarang lebih dikenal sebagai LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK).

Jadi berilah bekal yang cukup bagi anak anda, makanan, semangat, apresiasi, motivasi, finansial, lalu terbangkanlah mereka ke eskul-eskul ROHIS terdekat, salam KONTRIBUTIF!

best regards,

sangterasing

image source:

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/09/1347704596961333897.jp

https://si0.twimg.com/profile_images/2710749940/0b04e16fbbef1aada0f8cda425c68b00.png

http://islampos.com/wp-content/uploads/2012/10/delik-rohis-di-bundaran-hi.jpg

source:

http://whatreallyhappened.com/WRHARTICLES/binladen_cia.html

http://northerntruthseeker.blogspot.com/2013/04/boston-marathon-false-flag-attack-proof.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s