Euforia “Hari Tanpa Tembakau Sedunia” pada tanggal 2 Juni 2013 kemarin, yang digelar dibilangan Bundaran Hari depan Plaza UOB saat “Car Free Day Jakarta” sepertinya tidak surut hingga saat ini. Berbagai daerah berlomba-lomba menerapkan peraturan KTR (Kawasan Tanpa Rokok), mulai dari Pemda Bogor yang baru-baru ini menerapkannya, kita terus berdoa Pemda-pemda lainnya ikut kontribusi terhadap pemeliharaan udara Indonesia dengan penerapan KTR pula.

Sebenarnya apasih yang menjadi pro dan kontra industri rokok hingga saat ini? Hal ini terjadi karena sudah “kadung”-nya sekian banyak buruh yang tergantung pada industri ini, begitu pula dengan petani dan pekerja industry di dalamnya. Walaupun sebenarnya buruh pabrik rokok ialah yang terendah pendapatannya daripada buruh lainnya, lalu petani tembakau sebenarnya bukanlah petani khusus yang menanam tembakau, malahan lebih fokus ke jenis tanaman lainnya yang lebih fleksibel waktu dan tempat penanamannya. Disini saya tak akan membahas lebih lanjut tentang pro-kontra industri rokok, yang saya akan bahas kali ini ialah tentang BAHAYANYA pembiaran terhadap keburukan-keburukan kecil, seperti pembiaran pemerintah terhadap masyarakat Indonesia untuk bekerja di sektor rokok tersebut dan tentunya pada orang-orang yang terbiasa merokok. Bagi sebagian orang dewasa, merokok mungkin ialah hal yang biasa dalam pergaulan, namun bagaimana jika mindset itu juga diterapkan oleh anak-anak kecil kita? Merokok menurut pendapat saya ialah sebuah keburukan kecil, yang dapat mengarah kepada keburukan bahkan kejahatan yang lebih besar lagi. Sama halnya ketika seseorang sudah terbiasa melakukan kebohongan kecil, lalu ia akan makin terbiasa melakukan kebohongan-kebohongan lainnya semisal KORUPSI. Seseorang yang sudah terbiasa menghisap rokok, bukan tidak mungkin ia akan melanjutkan keburukannya ke tahap selanjutnya semisal minuman keras (miras) dan drugs (obat-obatan terlarang), ketika seseorang sudah sampai ketahap paling parah (kejahatan besar seperti merampok, membunuh, dll.) baru ia akan menyadari bahwa hal itu ialah akibat keburukan kecil yang ia lakukan sebelumnya yaitu merokok.

Konsep ini dapat diterapkan diseluruh aspek hidup kehidupan kita, yaitu “Janganlah memulai keburukan kecil, sekecil apapun.. karena hal tersebut akan mengarahkan Anda memulai keburukan besar lainnya.”. Namun setelah kita sadari bahwa keburukan bisa seperti itu, ternyata kebaikan juga mengadopsi konsep seperti itu. Kebaikan kecil, juga ternyata dapat mengarah kepada Kebaikan yang lebih besar lagi! Misalnya kita terbiasa sedekah di Masjid sebesar Rp. 1000,- setiap Jum’at, insya Allah besok-besok kita bisa sedekah sebesar Rp. 10.000,- atau bahkan Rp. 100.000,- setiap Jum’at. Lalu kita rajin sedekah, merembet ke kebiasaan membantu orang lain, lalu aktif di lembaga kemanusiaan dan terus berkontribusi terhadap pembaikan dunia.

Maka kita bisa memilih, ingin memulai dengan KEBURUKAN KECIL yang bermuara kepada KEJAHATAN YANG LEBIH BESAR LAGI? Atau kita memulai dengan KEBAIKAN YANG KECIL pula, tapi muaranya kepada KEBAIKAN BESAR bahkan TANPA BATAS? Tentunya kita yang memilih. 

 

best regards,

sangterasing

 

image source: 1, 2, 3

2 thoughts on “Kejahatan Besar, Berasal dari Keburukan Kecil

  1. Sekarang, Anda insya Allah telah terbuka untuk meyakini haramnya rokok. Juga,Anda telah meyakini bahaya-bahayanya, baik terhadap diri Anda sendiri maupun terhadap masyarakat. Mudah-mudahan Allah memudahkan Anda bertobat. Inilah yang diharapkan dari Anda.

    Like

  2. Awalnya mungkin untuk sesuatu yang kecil. Tapi keburukan kecil yang terus dilakukan tentu akan terkumpul jadi besar bukan? Dan keburukan-keburukan kecil ini turut menciptakan titik-titik hitam dalam hati yang mengikis kepekaan nurani. Melatih diri kita untuk lebih mudah melakukan keburukan yang lebih besar. Ditambah lagi, setiap keburukan sampai yang sekecil-kecilnya selalu diperhitungkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s