“Iri tanda tak mampu”

Mungkin kata-kata seperti itulah yang sering kita dengar sewaktu di SD atau sekolah dasar, ketika ada teman yang memiliki barang baru.. lalu kita mengejeknya seraya ia akan berkata, “yee.. iri, iri tanda tak mampu!”. Memang tak salah ungkapan itu, memang sepertinya seseorang yang tak mampu akan mengiri kepada seseorang yang mampu membeli mainan sewaktu kecil, barang, gadget, rumah atau mobil sekalipun. Walau ketika sudah besar, biasanya orang dewasa tidak menampakkan ke-iri-an mereka.

Kebiasaan meng-iri kepada orang lain memang tak baik, namun ada ngiri yang sangat baik bahkan dianjurkan.

Apakah itu? Ialah ngiri dalam kebaikan. Meng-iri seperti ini justru akan menimbulkan kebaikan di setiap keadaannya, karena jika seseorang iri kepada perbuatan baik orang lain.. maka ia akan melakukan perbuatan baik yang lebih lagi, dari segi kuantitas dan kualitas.

Misal, Budi membantu seorang nenek tua dalam menyebrang jalan yang padat di depan Rumah Sakit. Melihat hal tersebut Candra pun tak mau kalah, ia dengan gagah menggendong seorang kakek tua yang ingin menaiki tangga Rumah Sakit. Ngiri-ngiri’an yang seperti ini saya anggap ialah sebagai suatu keharusan dalam membangun masyarakat yang produktif dalam kebaikan.

Saya jadi teringat sebuah kisah tentang infaqnya sahabat Umar ‘melawan’ infaqnya sahabat Abu Bakar.

Suatu saat Umar menghadap Rasulullah untuk berjanji akan menginfaqkan separuh dari hartanya. Lalu sahabat Umar bertanya tentang Abu Bakar, Rasulullah menjawab, “Sahabat Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya, ia hanya meninggalkan Allah dan Rasulnya untuk istri dan anak-anaknya.”

Mendengar jawaban Rasulullah, sahabat Umar merasa lagi-lagi kalah ‘berlomba kebaikan’ dari Abu Bakar.

Inilah yang dimaksud dengan ngiri-ngiri’an dalam kebaikan, yang disebut Rasulullah sebagai “Fastabiqul khoirot” yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena perlombaan yang seperti ini ialah perlombaan yang hakiki, suatu perlombaan yang mendahulukan akhirat dibanding dunia dengan balasan Surga-Nya *otomatis insya Allah juga dapat dunianya🙂

Jadi, mau coba ngiri-ngiri’an sama teman kita? tetangga kita? saudara kita?

Tentunya ngiri-ngiri’an dalam ‘pekerjaan kebaikan’ kita ya.

best regards,

sangterasing

image source: 1, 2, 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s