Alhamdulillah, syukur kepada Allah swt yang masih memberikan kita nikmat berupa kesehatan, kesempatan berkumpul dan kebersamaan, terlebih di bulan Ramadhan yang telah masuk di hari ke-4nya ini. Bulan ini menjadi ajang syi’ar yang luar biasa bagi umat Muslim se-DUNIA, mengapa? Karena seluruh media massa, ataupun bermacam-macam produk “gegap-gempita” menyambutnya dengan berbagai pernak-pernik ramadhan nan cantik.

Tapi masihkah kita mendapatkan esensi Ramadhan yang sesungguhnya? Bulan dimana dahulu setiap “Perjuangan” ada di dalamnya. Apakah itu?

Ialah perang Badar, perang pertama umat islam dan Rasulullah yang terbesar sepanjang hidup Nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai Yaumul Haq atau hari pembeda antara yang benar dan yang batil. Lalu perang Al-Ahzab yang terjadi di bulan Ramadhan pada 5H. Fathul Makkah, ketika Rasulullah menaklukkan Kota Makkah tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Salahudin Al-Ayyubi mengalahkan tentara Salib, yang kita semua bisa saksikan peristiwanya di film Holywood “Kingdom of Heaven”. Dan terakhir ialah bagi bangsa Indonesia, yaitu kemerdekaan Indonesia yang bertepatan pada hari Jum’at di Bulan Ramadhan tahun 1945.

Jika diurai saya yakin banyak sekali peristiwa-peristiwa lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu, namun kesimpulan dari kisah-kisah sejarah tersebut ialah bangsa-bangsa terdahulu menjadikan “momen” Ramadhan sebagai “momen” perjuangan bagi masyarakat di wilayahnya. Momen dimana hati kita sangat dekat dengan Rabb kita, maka merugilah bagi orang-orang yang menganggap biasa Bulan yang Suci ini.

Terlebih lagi pada tahun ini terjadi di Mesir, Suriah, Rohingya, Gaza, dan negara lainnya, bergejolak umat muslim dalam mempertahankan hak-hak dan legitimasinya dalam pemerintahan, wilayah dan hak-haknya menjalankan ibadah puasa serta ibadah lainnya. Di belahan bumi sana, saudara-saudara kita benar-benar berjihad fisik melawan kemungkaran serta pemimpin yang dzalim, mari do’akan untuk mereka agar diberi kemenangan besar oleh Allah swt.

Lalu kita disini? Di Indonesia patut berbuat apa?

Sepatutnya kita terus mengembangkan produktivitas kita sebagai umat Muslim di wilayahnya masing-masing, bulan ini jadi sebuah “momen” untuk menunjukkan sifat “rahmatan lil aalamiin” Islam itu sendiri. Kita (apalagi sebagai pemuda) bisa kontribusi lewat bakti sosial, kajian-kajian tsaqofah Islam, event-event pengembangan diri ataupun kontribusi kecil seperti memberi ta’jil kepada orang yang berpuasa, tukang-tukang dijalan, dll.

Mari, saatnya bergerak membenahi kerja-kerja kita yang terlewatkan. Jadikan momen ini Syahrul Jihad, baik jihad harta, fisik maupun akal lewat artikel-artikel dan tulisan-tulisan do blog kita. Mari sambut Ramadhan, mari sambut bulan yang penuh berkah.

best regards,

sangterasing

image source: 1, 2

source: 1

2 thoughts on “Bulan Ramadhan, Bulannya Berjihad (akal, fisik, jiwa)

  1. Betul mas Riant, masih banyak saudara kita yang masih berjuang untuk mendapatkan hak-haknya diluar sana. Semoga saja Allah selalu melindungi mereka semua.

    Salam kenal, dan selamat berpuasa mas🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s