Mencintai bukan hal Sederhana

Sebelum ini malam-malam begitu sunyi, penuh kesendirian dan tak ada bintang menyinari langit. Tapi kabar dari langit menyisakan surga untukku, surga dunia dan akhirat…

Gayung bersambut engkau pun setuju. Walau halang rintangan menghujam raga dan jiwa, mana mungkin kurelakan kesempatan menjemput bidadari?

Hari itu pun tiba, kita diayun mesra semesta, menikmati jiwa-jiwa yang bersatu karena ridho-Nya.

Mencintaimu jadi penawar dahaga, peneman kesepian, bibit bahagia.. namun apakah selalu seperti itu?

Baru kusadar beberapa lama kesulitan melanda, bahtera suci tergoyang, bukan badai… hanya angin semilir namun mendung.

Air mata pun meleleh di kedua mata, mataku.. matamu.. entah karena sedih ataupun bahagia.

Dan baru kusadar…
Mencintai bukan hal yang sederhana.

Mencintai butuh dada yang kuat, tuk menahan segala beban, kesulitan, kesukaran, keegoisan.

Mencintai butuh hati yang luas, tuk menghadirkan kata damai, tuk maklumkan kesalahan kecil, tuk ridhoi yang tak kita sukai namun baik tuk bersama.

Mencintai bukanlah hal sederhana, ia luar biasa tak terkata-kata. Tak jua satu episode film Drama dapat jabarkannya.. ataupun berseri-seri.

Hal itu bisa menjadi kebahagiaan, jika kau bahagia jua…

Bahagia menjalani kesulitan, bahagia bersama memperjuangkan, bersama menanjaki tangga syurga.

Mak kau akan sadari, mencintai itu tak sederhana.. ia luar biasa dan bahagia.

2 thoughts on “Mencintai bukan hal Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s