Berpolitik dan bernegara tentu butuh skill komunikasi yang baik, hal ini sudah dipraktekkan bangsa Indonesia dari jaman dahulu.

Para pejuang yang ingin memperjuangkan kemerdekaan lewat diplomasi, tentunya mendelegasikan seseorang yang dapat berbicara Jepang/ Belanda. Lebih lancar lagi jika berkeyakinan sama dengan sang penjajah.

Ini yang rasanya dilewatkan oleh Pemda Jakarta dengan penetapan Lurah Susan yang notabene-nya seorang nasrani, padahal warga Lenteng Agung didominasi oleh umat muslim, terlebih berlatar betawi yang Islamnya kental.

Sehingga terlihat ada kesan ‘pemaksaan’ kepada warga Lenteng Agung, padahal lurah ialah pemimpin warga, lantas bagaimana jika warga menolak patuh?

Aspirasi warga patut didengar jika negara ini mengklaim sebagai negara demokrasi. ‘People Power’ menjadi yang utama, sedang pemerintah ialah ‘abdi’ masyarakatnya. Jika suara rakyat tidak didengar, terbayang apakah revolusi ’98 akan diberangus? Nyatanya tidak, karena disana ‘People Power’ berperan, dan Presiden Seoharto mau tak mau mendengar aspirasi masyarakat yang telah jenuh.

Masih banyak contohnya, seperti penggulingan Mubarok, Khadafi, Saddam Hussein, tidak semasa ‘People Power’ saja, namun ada itikat baik dalam mendengar aspirasi masyarakat.

Sebenarnya masalah ini tak perlu berlarut, pilihannya hanya dua, warga L.A menerima atau pemda Jakarta memindahkan Lurah Susan ke daerah lain (yang mayoritas nasrani misalnya). Jika satu opsi sudah diusahakan namun nihil hasil, maka opsi satu lagilah yang patut jadi solusi, tak perlu ada ego dan ambisi pribadi dai pemda dan pribadi Lurah Susan sendiri.

Karena Indonesia perlu pemimpin dengan pribadi yang bijak akibat kemajemukan masyarakatnya, walau merasa benar tidak perlu dipaksakan, perlu proses pendewasaan lewat pendidikan dan penyuluhan.

“Pemimpin yang berilmu takkan menetapkan suatu kebijakan yang menuai kontroversi dan kerusakan, karena kerusakan tentu menimbulkan perpecahan. Semua tak ingin ada perpecahan bukan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s