Makanya metode jalan-jalan dengan “backpacker-an” pun tetap digandrungi, padahal kalao dipikir-pikir metode itu menguras tenaga yang luar biasa kalau dibandingkan dengan metode konvensional (metode yang penuh dengan bayar-bayaaaraan).

Gimana enggak, dimana-mana sekarang banyak penawaran pake embel-embel “backpacker”. Contohnya “Haji Backpacker (Koboi)”, “Ke Eropa Backpackeran”, “Ke Turki Backpackeran”. Lama-lama tak pikir-pikir, ternyata “natural” manusia itu ya inginnya GRATISS.. atau minimal MURAH, jadi opsi backpackeran gak bakal sepi.

Ya nggak usah jauh-jauh, weekend panjang kemarin saya ke Lampung “backpackeran” bareng anak & Istri. Seru dan murah memang, menghemat hampir sejuta daripada naek pesawat, tapi sepanjang jalan badan remuk redam. Gak kebayang si abang Haifan begimanah kalau biya-ummanya aja pegel sana-sini.

Tapi ya itu yang saya bilang, walau bagaimanapun, susahnya seperti apa, mau pakai metode backpackeran atau ngesot sekalipun, jalan-jalan itu tetap mengasyikkan.

— pertama kali si abang keluar Pulau 

Photo: Liburan panjang backpacker-an sama istri dan anak ke Lampung :D

 

best regards,

sangterasing

2 thoughts on ““Jalan-jalan itu emang refreshing..!”

    1. Duh, lupa.. Resortnya syariah deket Unila.. search aja.

      Dari Gambir naik Damri ke Lampung, bisnis: 130rban, eksekutif: 160rban, royal class: 220rban, kalo hotel dibayarin panitia.. hehe..😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s