Menjadi yang terbaik memang jadi impian semua orang, namun tidak semua perlu jadi yang terbaik.

Seorang pemenang perlu pihak-pihak yang kalah untuk dapat disebut ‘pemenang’, maka dengan itu.. pihak yang kalah akan dianggap juara oleh sang pemenang.

Lantas apakah dominasi ego pantas didapatkan oleh seorang pemenang? Jawabannay tidak!

Begitu pula pemipin, seorang pemimpin takkan pula jadi pemimpin jika tak ada yang dipimpin (rakyat). Maka dengan itu ‘Pemimpin’ perlu menghormati yang dipimpinnya (rakyat) dengan menjalankan amanah yang diberikan, pun untuk pertanggung-jawabannya kepada Allah kelak.

“Tapi tak perlulah orang ‘berburu’ menjadi yang terbaik, namun wajib seseorang menjadi yang terbaik.”

Lantas apa maksud dari kalimat itu?

Seseorang tak perlu mengejar-ngejar, terobsesi menjadi yang terbaik diantara orang-orang sekitarnya. Ia hanya perlu menjadi yang terbaik bagi dirinya, agar pertanggung-jawabannya kelak bisa ia ambil untuk dihadapkan ke Sang Maha Pencipta.

Banyak yang tak seberapa dimata orang lain, namun ternyata namanya dikenal di seluruh penjuru langit. Salah satunya ialah Uwais Al-Qarni. Ketika seruan Islam masuk ke Yaman, ia langsung terketuk hatinya untuk memeluk kebenaran & keindahan Islam. Ia jatuh cinta terhadap ajaran-ajaran yang diterapkannya.

jambasunsetcamel

Uwais sendiri hanyalah seorang fakir yang tinggal bersama Ibunya yang uzur & sakit. Hanya memakai 2 helai pakaian yang kusut, yang satu sebagai penutup tubuhnya, satunya lagi ia pakai sebagai selendang. Tak ada orang yang menghiraukannya semasa hidup, namun Rasulullah bersabda, “Ia adalah penghuni langit, bukan penghuni bumi.”

Tatkala datang hari kiamat, dan semua ahli ibadah diseru masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu untuk memberi syafa’atnya. Ternyata Allah memberi izin kepadanya untuk memberi syafa’at bagi sejumlah Qabilah Robi’ah dan Mudhor, semua dimasukkan ke surga tak ada yang tertinggal dengan izin-Nya.

Ia pernah berniat untuk bertemu Rasulullah SAW, namun yang ia dapatkan hanyalah Aisyah istri Nabi. Maka ia menitipkan pesan kepada beliau, dan segera kembali kerumahnya sesuai pesan Ibunda.

Sepulang dari berperang, tiba-tiba Rasulullah menanyakan pemuda yang mencarinya. Beliau menjelaskan bahwa pemuda itu adalah anak yang taat kepada Ibunya, ia penghuni langit dan sangat terkenal dilangit. Mendengar pernyataan Rasulullah, Aisyah dan sahabat tertegun, seraya membenarkan bahwa memang ada yang mencarinya.

Rasulullah SAW, pun bersabda: “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Rasulullah S.A.W, memandang kepada sayyidina Ali K.W dan sayyidina Umar R.A dan bersabda:  “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.”

Sepeninggalan Rasulullah, ketika masa kekhalifahan dipegang oleh Umar R.A, beliau teringat sabda Nabi. Maka ia mengingatkan Ali bin Abi Thalib untuk mencari bersamanya.

Maka mereka mencari keberadaan Uwais Al Qarni diantara kafilah dagang dari Yaman. Akhirnya Allah pun mengizinkan pertemuan keduanya. Sesuai sabda Nabi, Umar R.A & Ali R.A meminta untuk dibacakan istighfar & didoakan. Awalnya Uwais menolak, atas desakan kedua sahabat akhirnya beliau melakukannya.

Umar yang saat itu menjabat khalifah, berkata akan menyumbangkan dari harta Baitul Mal kepada Uwais. Namun beliau menolak, Uwais pun membalas tawaran tersebut dengan kalimat, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”..

Semenjak itu nama Uwais al Qarni pun tenggelam lagi. Namun pernah ada kisah dari seorang yang pernah dibantu Uwais, ketika itu ia berada diatas kapal yang digoncang oleh angin ribut & badai.

Lalu seketika ada seorang pemuda yang keluar dari kapal dan melakukan shalat diatas air. Penumpang kapal pun menyeru untuk membantunya. Uwais lantas membalas, “Dekatkanlah diri kalian pada Allah!”

Uwais lalu melanjutkan, “Keluarlah kalian daripada kapal dengan membaca Bismillahirrahmaanirrahiim!”. Akhirnya 500 penumpang itu keluar dari badai dengan selamat.

Bersyukur kepada Allah para penumpang itu, salah satu dari mereka lalu bertanya, “Wahai pemuda, siapakah namamu?”

“Uwais al Qarni!”, jawab singkatnya.

Maka kisah itu tersebar diseluruh penjuru, hingga tersiar kabar wafatnya Uwais al Qarni. Anehnya, pada saat dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang berebut memandikannya. Begitu pula saat ia dikafankan lalu dikebumikan.

Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “Ketika aku ikut menguruskan jenazahnya hingga aku pulang daripada menghantarkan jenazahnya, lalu aku ingin untuk kembali ke kubur tersebut untuk memberi tanda pada kuburnya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas di kuburnya.” (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qarni pada masa pemerintahan sayyidina Umar R.A.)

Masyarakat Yaman pun terheran-heran, lalu berkata, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa? Kerjanya hanyalah sebagai penggembala?”

“Namun, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenali. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya.”

Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa Uwais al-Qarni.

“Dialah Uwais al-Qarni, tidak terkenal di bumi tapi sangat terkenal di langit.”

AWIS

best regards,

sangterasing

 

source: 1

image source: 1, 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s