Event Depok Conection ke-11 dihelat kemarin malam (Kamis, 19 Februari), acara yang sesuai jadwal selesai pukul 20.30 terpaksa diperpanjang hingga 21.30 karena ‘keseruan’ peserta menyimak sharing dari duo social entrepreneurs, Songyi Lee (advisor 37coin.com) dan Maurice Stanszus (CEO wegreen.de) yang jauh-jauh datang dari Thailand dan Jerman. Menurut admin @CodeMargonda, kuota peserta 100 orang sudah FULL BOOK! Maka walau agak ragu datang (karena sudah malam, ikan bobo’) saya segera merevisi niat tadi menjadi “Tancap Gas” demi menyerap ilmu mereka, mumpung bule-bule🙂

Acara itu dipandu oleh Mas Lahandi selaku Creative Industry Lecturer dan Mbak Novi Kresna seorang Creative Communication Consultant.

twit @CodeMargonda

Keraguan saya untuk datang sebelumnya, dikarenakan hari yang sudah malam, besok kerja dan ninggalin anak-istri dirumah (walau rumah mertua), terakhir yang memperparah ya kasus begal yang marak terjadi di Depok. Twit diataslah yang membuat saya akhirnya ‘mewajibkan’ diri untuk datang, karna saya pikir pasti banyak orang yang mau datang, lah ini saya sudah register tapi malah ndak datang. Ya begitulah sifat saya yang penuh pertimbangan, kadang setiap akan mengambil keputusan saya sudah membuat 5 opsi lain terlebih dahulu, hehe..

Karna datang terlambat, sekitar pukul 20.20, saya tidak terlalu faham apa yang perusahaan Songyi & Maurice lakukan terkait dengan social problem. Namun sedikit yang saya tangkap dari paparan Maurice adalah, ‘wegreen’ memberikan evaluasi terhadap barang-barang yang ‘hijau’ dalam artian ramah lingkungan maupun yang tidak ramah lingkungan, hijau adalah warna yang mewakili ramah lingkungan, sedangkan merah kebalikannya. Kemudian barang-barang tersebut akan wegreen.de tawarkan di marketplace yang mereka taruh di website mereka juga.

Maurice sangat fokus terhadap data pencapaian yang perusahaannya raih, dengan membandingkan efisiensi start-upnya dengan aktivitas sosial yang pemerintah Jerman lakukan. Hasilnya, dengan bermodalkan minim namun pencapaian wegreen.de ternyata 10x lipat dari aktivitas yang dicapai pemerintahnya, padahal pemerintah punya budget 10x lipat dari ‘wegreen’ sendiri.

Dari data inilah Maurice berani untuk maju ke pemerintah Jerman dan berkata, “This is our result, 10 times more than you. So give us your money to excel our work!” (Seperti itu kira-kira :p). Maurice berkali-kali mengatakan bahwa, kadang kita tidak mengevaluasi hasil kerja kita, padahal data hasil yang kita capai ialah item pendukung bagi semua start-up untuk membuktikan hasil kerjanya, baik itu untuk pendanaan kedepan, social-responsibilities bagi donatur di masyarakat, dan board director (semacam pembina). Dengan data itu kita bisa menilai, yang kita lakukan itu sia-sia atau tidak?

twit @Just_Riant

Lain Maurice, lain pula Songyi Lee. Perusahaannya fokus terhadap masalah masyarakat yang ingin berkirim uang dengan cepat, namun tidak memiliki akses internet dan juga akun bank, mungkin ini untuk msy yang kurang melek teknologi ya. Cara kerjanya ialah, jika seseorang ingin berkirim uang, maka ’37coin’ akan memberikan notifikasi melalui SMS dan Telpon, untuk mencairkannya pengguna bisa mendatangi bank-bank yang bekerjasama dengan ’37coin’ dan langsung menerima uang yang dikirim dari kerabat maupun keluarganya.

Namun sekarang Songyi sudah menjadi advisor, yang berarti sudah diluar ’37coin’ sendiri, ia hanya akan terlibat jika ’37coin’ membutuhkan pendapatnya. Keputusannya melepaskan ’37coin’ lebih kepada tidak ada kebahagiaan lagi yang ia rasakan didalamnya, saya tidak bisa berspekulasi apa itu, namun yang ia jelaskan ialah perusahaan tidak lagi sesuai visi awalnya sebagai seorang co-founder. Bagi Songyi, ’37coin’ ialah “bayinya” yang ia rawat dari kecil hingga besar sperti ini, berat untuk melepaskannya, namun semua itu harus ia lakukan demi mencapai kebahagiaan yang lebih besar dari hidupnya. Seorang peserta bertanya, “Apakah kalian pernah menyerah?”, Songyi pun memaparkan bahwa “Terkadang ‘Give-Up’ bukan pilihan yang buruk, asalkan Anda tidak ‘Give-Up’ terhadap hidup Anda”, yang ia maksudkan ialah bahwa keputusannya memang melepas perusahaannya, namun bukan berarti ia melepas hidupnya untuk terus berkontribusi lewat proyek-proyek hebat lainnya.

twit @ExploreDepok

Memang banyak orang-orang hebat berada diantara peserta acara, salah satu yang mengejutkan ialah Pas Triawan Munaf yang baru-baru ini diangkat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI. Pantauan saya beliau datang karena mention akun @CodeMargonda kepada akunnya @Triawan.

Rencana awal Pak Triawan yang hanya akan mengikuti setengah acara, terbius hingga ikut hingga bagian akhir ‘closing statement’, bahkan sebelumnya beliau juga mengajukan 2 pertanyaan kepada Maurice tentang metode riset dan pengalaman tuntutan dari brand besar.

twit @iqbalhape

Rasanya tak cukup dibahas pertemuan Depok Connection ke-11 malam kemarin disini. Pada intinya event itu melepaskan rindu saya terhadap suasana kreatif event-event komunitas untuk inspirasi saya membuat event sebagai organiser nantinya. Pada akhir penutup, Mas Lahandi memberikan statement yang membekas, “Ada kemiripan pada mereka (Songyi & Maurice), bahwa mereka ‘Think Big, Act Small & Act Now’!”, yap pada akhirnya itulah yang membedakan mereka dengan orang biasa lainnya.

Siap Think & Act?🙂

twit @CodeMargonda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s