Mengenal Warna-warni Dunia Kepenulisan di Festival Kumpul Penulis 3 Jakarta

Dari taksi yang terbuka bagasinya, dikeluarkanlah 3 box besar berisi buku bazaar yang akan mengisi stand “Bazaar Buku” pagi itu. Panitia datang silih berganti, hilir mudik mempersiapkan perhelatan besar kali ini.

Peserta pun sudah antri di meja registrasi. Ada yang sudah mulai memasuki arena acara, ada pula yang masih duduk-duduk diluar menunggu kawan atau kerabatnya. Makin banyak peserta hadir, makin sibuk dan hilir mudik panitia. Namun senyum sapa kepada peserta merubah kesibukan pagi itu menjadi semangat awal mengikuti event kepenulisan ini.

1901686_626707760718082_1476735093_n

Yap! Hari itu, tepatnya Sabtu 15 Maret 2014 bertempat di aula SMP lt.1 Al-Azhar Pusat, Glanz Organizer bekerjasama dengan YISC Al-Azhar mengadakan “Festival Kumpul Penulis 3 Jakarta”. Dengan tema “Warna-Warni Dunia Kepenulisan”, para pengisi acara berhasil menghipnotis peserta dengan tema yang beragam, dari motivasi kebaikan hingga teknis menulis yang baik.

Sebut saja Bambang Trim dengan materi “Writerpreneur, Peluang bisnis lewat Menulis”, beliau membuat peserta membuka mata peluang bisnis dan karir menjadi penulis.

“Selama ini orang hanya disajikan peluang menulis konvensional, yaitu tulisan dibawa ke penerbit lalu diterbitkan. Tidak tahu berapa yang ditolak, padahal paling besar peluang ada di ‘jasa kepenulisan’, ujar Bambang Trim.

Jasa kepenulisan tersebut antara lain; penulis biography, penulis proposal bisnis, penulis modul perusahaan, dll.

Lain lagi dengan Sam, penulis muda yang baru merilis bukunya “Catatan Akhir Kuliah” mengungkapkan awal perjalanan menulisnya ialah karena hobi. Pemilik akun @skripsit ini mengungkapkan idenya berawal dari keseharian, yaitu kuliah, skripsi dan pergaulan anak muda.

Photo by Indonesia Kreatif
Photo by Indonesia Kreatif

Arif Rahman Lubis melanjutkan sesi berikutnya, penulis 3 buku laris sekaligus founder akun @TeladanRasul menyatakan niatnya menulis ialah untuk menebar kebaikan. Sesuai temanya yaitu “Tebar kebaikan lewat Tulisan”, beliau menyatakan bahwa hal terkecil dalam menebarkan kebaikan ialah lewat social media.

“Sekarang,dijaman social-media, seharusnya makin mudah untuk menebar kebaikan. Sederhananya lewat status facebook maupun twitter”, ujarnya.

Setelah break siang, peserta dihibur dengan kehadiran penulis kocak Boim Lebon dengan tema “Menulis Kreatif”. Ia berbagi tentang ide menulis kocaknya kepada peserta, lewat ‘guyonan’ yang segar ia berhasil memberikan tips & trik spesial dalam menulis.

Mas Boim dengan Ice Breakingnya

“Yang penting itu karakter harus original! Pendalaman karakter juga perlu, dengan begitu bisa eksplore kelucuannya”, ucap Boim.

Kehadiran Ifa Avianty melengkapi materi sebelumnya, yaitu bagaimana memberi nyawa pada tulisan fiksi. Menjiwai yang kita tulis itu perlu, karena bagi tulisan fiksi kitalah sutradara utamanya. Mbak ifa juga berkata, “Tulisan fiksi harus manusiawi. Jangan dibuat seperti sinetron yang susah terus, atau senang terus”.

Festival Kumpul Penulis 3 Jakarta ditutup dengan Widyawati Oktavia, seorang penulis dan juga editor. Ia membagikan cara praktis mengedit sendiri tulisan atau “self-editing”, tapi yang terpenting fokuslah dulu menulis baru kemudian edit tulisan kita.

Selain mendatangkan pembicara keren dan kapabel di dunia kepenulisan, disini juga hadir bazaar buuk dari Gema Insani Press, Mizan dan Gagasmedia. Diramaikan pula oleh komunitas baca dan tulis yaitu; Blogger Buku Indonesia, Forum Lingkar Pena. Selain itu juga didukung oleh Galacara.com, ndonesia Kreatif dan Thumbstory.

Peserta pun merasa puas, namun nampaknya perlu sesi khusus sehari bersama para pembicara agar ilmu praktis dapat diserap. Selanjutnya Glanz Organizer akan mengadakan “One Day Workshop” bersama masing-masing penulis, informasi lanjutan akan dipublish segera di fanpages: fb.me/EO.Glanz.

Riant Raafi, CEO dari Glanz Organizer, mengemukakan alasannya mengadakan acara ini. “Dulu awalnya Glanz sering mengadakan acara-acara bazar. Kemudian di tahun 2012, kami mengadakan Festival Kumpul Penulis yang pertama di UI Depok. Festival yang kedua dilaksanakan di Bandung pada tahun yang sama,” tuturnya. Karena antusiasme yang cukup tinggi, acara ini diputuskan untuk dibuat tahunan. Vakum satu tahun, akhirnya Festival Kumpul Penulis yang ketiga diadakan kembali pada tahun 2014.

 

best regards,

sangterasing

Awaaardddd!!!! Buat bloggers

Yap! Alhamdulillah saya menepati janji akan memberi penghargaan buat teman-teman Blogger saya yang lama menemani, lewat bacaan, komentar-komentar, dan tentunya semangat untuk terus berkarya. Berikut kategori-kategori yang saya berikan, kalau mau diterima alhamdulillah.. kalau tidak ya gpp.. 😛

1. BERISIK!!!

Award ini diberikan buat temen blogger yang komentarnya puaaling banyak diantara komentar lainnya, alhasil ya cuma satu yang berhak. Selamat! buat mbak Selvi (@selebvi) yang udah “cerewet” di blog saya 😀

2. Inspirasi

Award ini buat blogger-blogger yang mulainya jauh sebelum saya mulai, terlebih lagi beberapa adalah inspirasi saya supaya buat Blog. Award ini saya hadiahkan buat mas gegeriyadi (@gegetwit), mbak amalia (@hebadaragema), mas Sukadi dan mas Teguh Puja 🙂

3. Best Visual

Nah, award yang satu ini khusus buat blog yang saya suka tampilannya, warna-warninya, dan beragam hal atrataktif di dalamnya. Award ini buat mbak Citra (truL), (itung2 buat bayar utang award yg sebelumnya :D)

Continue reading “Awaaardddd!!!! Buat bloggers”

Sedikit Tentang “Pride and Prejudice”

Sedikit Tentang “Pride and Prejudice”

Kira-kira sebulan lamanya waktu saya untuk merampungkan bacaan novel berjudul “Pride and Prejudice”. Novel yang “terpaksa” kubeli saat penghabisan Bazar di acara Kumpul Penulis Depok 15 Januari lalu.

Tak pernah diragukan bahwa nama Jane Austen selalu lekat dalam hati pecinta sastra dunia. Novel-novelnya seperti Pride and Prejudice, Emma dan Sense and Sensibility tak pernah lekang dimakan waktu. (Biografi, hal. 5 “Pride and Prejudice”)

Novelis Inggris kelahiran tahun 1775 ini mengawali karirnya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama yang hanya ditujukan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Keahliannya adalah menulis cerita dengan genre roman, yang diwarnai fakta tentang keadaan sosial pada masanya. (Biografi, hal. 5 “Pride and Prejudice”)

Dengan keahliannya itu, maka lahirlah Novel roman sepanjang masa yaitu “Pride and Prejudice” yang sudah berumur beberapa Abad, namun masih dekat dihati para pecinta sastra.

Di dalamnya, Jane Austen benar-benar mengedepankan sisi romantis dalam segi ruang yang sudah lama tidak ditemukan pada jaman sekarang ini. Sebuah perasaan yang mendalam terhadap lawan jenis, namun disertai dengan kehati-hatian dan penghormatan yang amat sangat. Pengungkapan cinta tidak terlalu penting disini, namun proses menuju ke jenjang pernikahan itulah yang dijunjung tinggi pada masa itu. Seakan pernikahan bagi sang Ibu menjanjikan surga atas anak dan keluarganya.

Kultur bangsa Eropa abad 18 terlihat sangat dominan disini. Adab menyanjung satu sama lain, penghormatan kepada seseorang dari kelas tinggi, penghormatan terhadap Ratu dan sebagainya. Ya, memang dihiasi dengan kebiasaan bergosip-gosip-ria antar para tetangga, yang ternyata memang sudah dimulai sejak Abad ke-18 yang lalu.

Penggambaran lansekap yang dituturkan mengingatkan saya kepada film “Sound of Music” beberapa puluh tahun silam. Bukit hijau, Taman Bunga, Rumah Megah dengan kebun-kebun cantiknya menjadi tempat rekreasi favorit para tokoh-tokoh didalamnya.

DVD cover awal rilis

cover buku cetakan baru yang saya baca

Continue reading “Sedikit Tentang “Pride and Prejudice””

Nulis 15 menit…

Nulis 15 menit…

Oke.. kali ini saya menantang para pembaca untuk proyek menulis 15 menit.

Sebenarnya mungkin sudah banyak para penulis profesional yang dapat menghasilkan karya fenomenal dengan waktu segitu, tapi bagi saya dan para pembaca yang baru akhir-akhir ini “ketagihan” untuk menulis mungkin bisa mencoba.

Aturannya cobalah menulis dengan waktu 15 menit, tidak kurang tidak lebih. Kalau waktu sudah selesai ya hentikan, kalau belum paksakan apa saja ide yang keluar. Insya Allah itu menguji ketajaman pandangan kita.

Tulis tentang keadaan sekitar kalian, kalau sedang duduk di taman ceritakan tentang taman tersebut, di kampus ceritakan juga, dikantor juga. Ini bisa dilakukan dimana saja.

Karena saya yang memulai, jadi ada baiknya saya mulai dengan diri saya sendiri. Berikut tulisan 15 menit saya (Sabtu, 3 Maret 2012, 11.23-11.38)

Sinar 15juta Derajat

Wajah-wajah asing berlalu lalang didepanku, ada yang cerah, ada yang masam, ada yang bingung, ada pula yang datar. Disini dibangun ilmu tahap demi tahap oleh orang-orang yang peduli dengan bangsanya, dengan berdindingkan kaca sinar 15juta derajat gagal menembus tabir rekaan manusia.

Ya.. tak dipungkiri suhu diluar sana dapat mendidihkan pikiran, membuat gila siapa saja yang berjalan dibawahnya. Tapi itu semua berarti, demi mencari halaman demi halaman yang hilang tiap waktu. Buku-buku diatas sana menanti para pecinta ilmu untuk menjamahnya, seakan-akan berteriak mencari tuannya yang lama pergi.

Beralaskan kayu, bersandarkan kulit hitam, menatap elektron yang hilir mudik didepan monitor laptop ini. Si segar juga ikut menemani tiap kata yang kuketik, berjasa melepas dahaga saat pikiran terkapar.

Yap inilah suasana yang kurindukan. Kurasa jika Gie remaja masih menjelajah, ia akan menggemari aroma ini, menyentuh halus rumah ilmu yang lama terlupakan bahkan beralih fungsi. Menatap miris yang dahulu gudang ilmu, menjadi tempat leha-leha kaum hedonis.

Kurasa hawa panas pun akan hilang bagi siapapun yang merindu, lebih lagi jika angin merdu membantu si raga menahan terik. Kuhabiskan seteguk lagi demi lepasnya kata siang ini, berharap kan berjumpa lagi esok, lusa, maupun tahun depan.

Menanti datangnya kepastian, kapankah berjumpa? Memang kesendirian menyuburkan inspirasi. Saat ramai hanya bisa menghasilkan diskusi, namun sendiri bisa melahirkan kontemplasi.

best regards,

sangterasing

Nah, itu dia tulisan saya selama 15 menit. Pas berakhir pada pukul 11.38, walau sempat bingung juga melanjutkan dimenit-menit terakhir. Saya mengudang teman-teman blogger untuk mencobanya. Mudah kok, cuman butuh 15 menit dari waktu kita. Bentuknya terserah, mau deskripsi, narasi, puisi, apapun yang bentuknya tulisan, terlebih lagi bisa menginspirasi. Selamat berpartisipasi 🙂

Yang sudah kelar, bisa comment hasilnya dibawah ya..

best regards,

sangterasing

image source: 1

“Kumpul Penulis Depok”

“Menulislah, karena dengan menulis kita berkontribusi terhadap perubahan dunia”

Kira-kira itulah kalimat yang telah membuat saya terlecuti untuk menjadi seorang blogger, berawal dari kebiasaan membaca blog, lalu lambat-laun tertarik untuk membuat akun di wordpress ini. Alhamdulillah umur blog ini telah berumur 10 bulan, dan postingan didalamnya telah mencapai 40 posting. Niatan, saya akan membuat award dipostingan ke-50 saya, semoga anda menjadi orang yang beruntung mendapatkan awardnya… 😀

Ada sebuah event yang menarik, dengan berformatkan Talkshow, Seminar dan Workshop diformulakan menjadi satu tentang sebuah kepenulisan. Nama event tersebut adalah “Kumpul Penulis Depok”, dengan tema yang dibawa “Membangun Peradaban dengan Kebiasaan Menulis”. Ini merupakan sebuah event yang bagus untuk diikuti bagi para blogger, penulis-penulis baru, dan tentunya orang-orang yang tertarik dibidang kepenulisan. Dengan mengundang Bunda Helvy Tiana Rosa, seorang penulis senior pada era 90-an, seorang pendiri Forum Lingkar Pena yang juga telah melahirkan beberapa penulis berbakat lainnya, dan akhir-akhir ini beliau dinobatkan sebagai salah satu “The 500 most influential muslim“.

 

berikut adalah infonya:

Kamu penulis?

Berniat untuk jadi penulis??

Atau baru mau belajar menulis???

Gabung yuk di event “Kumpul Penulis Depok”
ajang seru-seruan nya para calon penulis,
dalam seminar talkshow dan workshop bersama mbak

>>> Helvy Tiana Rosa <<< Penulis “Ketika Mas Gagah Pergi”

pada tanggal 15 januari 2012,

start from 9.00 AM until 3.00 PM,

informasi pendaftaran silakan hubungi Amal (0857 17 545 202)

 

Itulah event yang saya maksudkan, kenapa saya menginfokannya? karena saya tertarik untuk menulis… syukur-syukur kalau bisa terbitkan buku, hehe.. 😛 (aamiin..). Owh iya, dan denger-denger investasinya diskon 25% jika registrasi sebelum tanggal 15 Desember, jadi saran saya.. “bersegeralah untuk investasi wawasan disini..!”

 

best regards,

sangterasing

 

image source: 1