Perahu Hidup

Perahu Hidup

Kenapa ada istilah ‘Mengarungi Bahtera Kehidupan’? Ya karena hidup bisa dianalogikan dengan perahu. Yang kita arungi dr kecil hingga remaja, itu ‘perahu’. Dari remaja ke dewasa, itu ‘perahu’ juga. Pun dari dewasa ke pernikahan.

“Selamat mengarungi Bahtera Rumah Tangga ya”, ucap tamu saat menyalami kita. Dulu saya gak tahu apa itu ‘bahtera’.

Saya juga gak tau kenapa abis menikah dianalogikan dengan ‘bahtera’. Bahtera = perahu? Emang abis nikah mau tinggal dilaut. Tapi dulu sy pernah mendengar begini, “Rumah tangga itu bak bahtera, harus dijaga supaya gak bocor alias kandas”, iya juga ya.

Continue reading “Perahu Hidup”

Juang Cinta

Juang Cinta

Cinta & jodoh perlu diperjuangkan. Bukan hanya mendapatkannya, namun lebih berat saat telah mendapatkannya.

Pernah dengar kan istilah, “Dapat juara 1 lebih mudah daripada mempertahankannya!”. Hal itu juga berlaku pada setiap pernikahan.

Kemarin habis sharing sesi pertama di #TrainingJDA26Okt, bersama Canun & Fu, sama Mas Dwi. Jadi belajar dr pengalaman masing-masing.

Di slide terakhir saya tamplkan nama IBRAHIM AS. Mengapa? Karena bagi saya sosok tersebut sangat fenomenal.

Nabi Ibrahim as ialah pemimpin keluarga yang luar biasa berhasil mendidik anaknya dalam ‘universitas kehidupan’.

Bayangkan! Berkat aqidah sang ayah yang kuat, ia bisa menularkannya kepada sang istri, bahkan buah hatinay Ismail yang tidak besar dalam ‘pegangannya’.

Maka tak salah ia diberi gelar “khalilullah” oleh Allah langsung, yang berarti “kekasih Allah”.

Gelar yang sangat mulia tersebut awalnya diprotes malaikat. Malaikat menilai, bagaimana Ibrahim yang bergemilang harta, anak serta istri diberi gelar khalilullah?

Dizamannya Ibarhim AS ialah orang yang kaya raya, mungkin sekarang billiuner. Ia memiliki 12.000 domba, ratusan sapi dan unta.

Kalikan saja dengan nilai rupiah sekarang, tentu predikat billiuner sangat cocok bagi beliau.

Namun Allah berkata, “Kalian jangan memandang seseorang dari lahiriahnya saja, hendaklah kalian meneliti hatinya…”

“…Kendati Ibrahim bergelimang dnegan anak dan istrinya, namun ia itu merupakan figur yang tidak pernah membagi cintanya terhadap-Ku..”

“..Kalau tidak percaya, coba saja kau uji dia baik-baik!”, tantang Allah kepada malaikat.

Maka Jibril pun berangkat ke bumi menemui Ibrahim untuk berdalog. Setelah berjumpa Jibril pun berkata, “Wahai Nabiyullah, milik siapa kawanan ternak yg byk tsb?”

“Itu semua milik Allah, hanya saja saat ini aku diberi mandat untuk mengurusnya.” Begitu jawab Ibrahim as.

“Bisakah kau bershadaqah padaku seekor saja?”, selidik Jibril. “Jangankan ternak ini, anakku bahkan akanku infaqkan kpd Allah jika Ia berkehendak”, jawab Ibrahim.

Maka Allah memberinya ujian yang kita kenal sebagai cikal bakal perayaan Idul Qurban.

Saat Ibrahim melaksanakan perintah Allah u/ menyembelih Ismail maka malaikat pun tersadar, gelar “khalilullah” memang pantas untuknya.

Begitulah sosok yang telah menjadi “Jalan Surga” bagi anak & istrinya, keluarga yang telah mendapat ridho Allah dan akan berkumpul di syurga.

Inilah contoh tepat “Jodoh Dunia Akhirat” yang sesungguhnya, semoga kisah tersebut dapat menjadi contoh bagi setiap keluarga, terlebih ayah. Wassalam 🙂

best regards,

sangterasing

Cinta Tak Berbuih

Memandang perak berkilau di langit ketujuh, diterpa sinar keemasan mentari yang tak pernah padam.

Begitulah cinta abadi dunia dan akhirat, ia mendamaikan pula menyejukkan.

Menyatukan dua insan tanpa cela, tanpa syarat.

“Kebahagiaan cinta bukan diturunkaan dari langit diatas nampan emas”

Ya, ia butuh usaha dan kerja keras antar keduanya.

Karena cobaan akan terus hadir, ia tetap kan ada menggoda dalam senyap.

**

Menerpa sukma yang kan terus menghias diri dalam fajar.

Menatap setia setiap rona dalam atmosfir yang pernah hadir.

Rasanya baru kemarin atau lusa, tapi mendadak tak terbendung rasa.

Mencoba merasakan setiap buih cinta yang menerpa, tapi tak ada.

**

Kenapa? Ya, karena cinta tak berbuih, ia satu kesatuan yang dibangun dalam dekap & do’a.

Kesatuan utuh antar insan melewati berkah dan izinNya, maka ia kekal.

Maka bersyukurlah yang dapatkan kekal itu, hingga surgaNya.

Maka berdoalah yang mengusahakan kekal itu, hingga ridhoNya tiba.

**

Seakan ia bersih, dalam syukur dan takzim.

Seakan ia suci dari segala prasangka dan dosa.

Maka bersihkan, maka sucikan dengan bismillah dan istighfar.

best regards,

Riant Raafi, yang penuh khilaf — sangterasing

Menurut kamu, Jodoh Punya Siapa sih?

Menurut kamu, Jodoh Punya Siapa sih?

Tidak sabar menunggu hari-H event @EO_Glanz #TrainingJDA26Okt, merubah mindset tentang jodoh dan persiapan menyambutnya.

Sebagai ‘snack’ kecil menyambut #TrainingJDA26Okt, izinkan saya berbagi tentang “Jodoh Punya Siapa”

Sebagai manusia, kita tidak luput dari sifat salah dan sombong. Itu perang yang berlangsung seumur hidup.  Jagankan tentang masalah keduniawian, kadang manusia masih saja sombong dengan masalah ke-akhiratan.

Salah satu contoh, bagi manusia “Jodoh” itu hal yang ghaib, selevel dengan rizki dan kematian. Bahkan “Jodoh” masuk ke dalam 3 hal yang dituliskan Allah dalam Lauhul Mahfuz; Rizki, Jodoh & Mati.

Namun masih banyak kita temui orang-orang yang sombong dalam menentukan “Jodoh”-nya sebelum pernikahan dilaksanakan. Banyak orang, terutama muda-mudi yang ‘ngebooking’ Jodoh-nya sebelum pernikahan itu terjadi.  Alhasil, terjadilah sistem ‘per-pacaran’ yang sudah terbukti berkali-kali menyakitkan hati pelakunya.

Padahal kita sudah sama-sama tahu bahwa #Jodoh ialah hak Allah yang menentukan, bukan manusia.

Banyak contoh sistem ‘pacaran’ sebagai booking #Jodoh tak membuahkan hasil.  Puluhan bahkan ratusan, wanita & laki-laki tersakiti dalam proses ‘pacaran’ tersebut. Bertahun-tahun pacaran pun tak menjamin ia jadi #Jodoh-mu kelak, lantas mengapa tetap dilakukan?

Maka mari sama-sama renungkan, #Jodoh itu punya siapa sih? Kita akan sama-sama tahu jawabannya ialah milik Allah. Allah yang tentukan, sekuat apapun kita ber-ikhtiar. Yang ikhtiar benar saja blm tentu dikasih, apalagi yg ikhtiar salah.

Justru yang ikhtiar salah akan dimurkai oleh Allah. Nah lho, ikhtiar aja blm tentu dapet, malah dpt murkaNya.

Anak kecil jika ingin diminta barang atau mainannya tentu akan memberikan syarat bagi sipeminjam. Anak itu akan berkata, “Boleh minjem, asal jangan rusak ya.. jangan hilang ya.. jangan kotor ya..”.

Pada hakikatnya, manusia hanya meminjam “Jodoh” dari Allah swt. Bahwa SEGALANYA akan berpulang menuju Allah. Maka sudah tentu dalam meminjamnya, harus ada SYARAT dari Allah yang kita tepati.

Lalu apa syarat itu? Ada pada surat An-Nur: 32 yang berbunyi, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Dengan begitu, bagaimana syarat meminjam #Jodoh dari Allah swt? Jelaslah dengan MENIKAHINYA. Jadi yang meminjam “Jodoh” dengan tidak menikah itu apa? Itu berarti ia orang yang tak beretika, bahkan pada Tuhannya.

Jemputlah #Jodoh dengan baik, dengan syarat yang Allah tentukan. Maka kau akan capai “Jodoh Dunia Akhirat”-mu

———————————————————————————————————

Hadiri “Training Jodoh Dunia Akhirat” bersama @canunkamil & @fufuelmart, @dwiishak serta @Just_Riant, 26 Oktober 2013 di Graha RSPP aula lt.12 – Jakarta Selatan. Info lebih lengkap, silahkan klik http://on.fb.me/1fOKdclhttp://on.fb.me/15fv4Q1

Galau sama ‘Jodoh’? Gak Bakal Lagi!

Galau sama ‘Jodoh’? Gak Bakal Lagi!

Cinta merupakan sebuah elemen yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat, karena hal tersebut adalah hak personal masing-masing individu. Cinta pasti mengarah kepada kebahagiaan, kebahagiaan seperti apakah yang dicari oleh setiap individu?

Sejatinya, setiap orang dalam cintanya menginginkan kebahagiaan yang menyeluruh. Namun untuk mencapai kebahagiaan menyeluruh, perlu cara-cara yang benar dalam melangkah ke arah tersebut. Menuju cinta sejati dengan produk kebahagiaan menyeluruh, satu-satunya cara ialah dengan pernikahan.

Namun betapa banyak dari mereka yang kebingungan untuk menikah, untuk bertemu dengan jodohnya. Padahal bagaimanapun pemenuhan kebutuhan “cinta” adalah salah satu fitrah utama, bahkan menikah menjadi sunnah Rasul untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermakna. Itulah alasannya, kenapa begitu banyak orang yang selalu antusias dalam masalah jodoh dan pernikahan. Sekalipun pada mereka yang skeptis di luar, namun tetap saja di dalam hatinya sebenarnya ia membutuhkan hal tersebut. Jodoh itu layaknya rezeki, yang keberadaannya harus kita jemput. Allah menanti Anda untuk layak, untuk Dia cap “PANTAS” mendapatkan jodoh kemudian menikah.

Begitu pula dengan anak muda maupun dewasa yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan, namun merasa ragu karena kurangnya pengetahuan tentang dunia pernikahan. Di “Seminar Training & Workshop Jodoh Dunia Akhirat” ini, kami memberikan berbagai pengetahuan yang diperlukan dalam menghadapi dunia pernikahan.

Di “Seminar Training & Workshop Jodoh Dunia Akhirat”, akan dibahas berbagai macam tahap-tahap menjemput jodoh dan pernikahan, kehidupan pernikahan hingga solusi-solusi dari masalah pernikahan. Berbagai macam diskusi serta tanya jawab antara peserta dan pemateri tentu akan menjawab berbagai permasalahan dalam pernikahan.

Seminar ini akan berguna bagi para “single” yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan. Maka diharapkan tidak ada lagi keraguan dan ketidak-tahuan tentang pernikahan setelah mengikuti “Seminar Training & Workshop Jodoh Dunia Akhirat”

"Romantic Couple" Trainer paling laris dari Bandung kini hadir di Jakarta!  Pasangan muda paling produktif yang menikah di usianya yang baru genap 21 & 22, siap HADIR untuk mentraining anda sekalian! ------------------------------------------------------------------------- Training Jodoh Dunia Akhirat at Graha RSPP, Aula lt.12 - Jakarta Selatan 26 Oktober 2013 - pukul 9.00-17.00  Dipandu dengan 'Romantic Couple' trainer LANGSUNG:  Ikhsanun Kamil (@canunkamil) & Foezi Cutra Cuaca Elmart (@fufuelmart)  serta opening session bersama:  Riant Raafi (@Just_Riant) & Dwi Ishak MW (@dwiishakmw)  -- open registrasion at 8 am  Metoda Training:  Materi diramu dengan tiga kata kunci: Cleansing, Upgrading, dan Selecting. Isi materi akan mengungkap banyak hal tentang jodoh, memberi berbagai manfaat diantaranya:  > Mematahkan alasan-alasan susah jodoh > Memahami konsep jodoh  > Persiapkan diri menjemput soulmate  > Proteksi diri dari cara sesat cari jodoh  > Menggunakan cara tepat cari jodoh  > Healing trauma yang telah menghijabi dengan jodoh  > Aktivasi magnet jodoh  > Seoptimal ikhtiar, doa yang sabar, tawakkal yang benar untukmenjemput jodoh  > Menerima dengan sempurna  > Visi-Misi pernikahan  Lalu bagaimana prakteknya? Pelajari disini! Di event "Training Jodoh Dunia Akhirat"  Early bird (9 - 26 September) : 180.000,- IDR Normal price ( 27 September - 23 Oktober) : 235.000,- IDR  Transfer ke 0284326278  BNI Syariah a/n Riant Raafi Confirm pembayaran melalui SMS dengan format:  Nama_Alamat_Jumlah Tiket_Jumlah Transfer_Tanggal Transfer  dikirim ke 085697009228, kirim foto struk ke eo@glanzorganizer.com atau bawa saat acara  CP: 085311980027 (Hanny) — with Sa'id Rosyadi, Kang Abid, Habibah Amalia,

“Romantic Couple” Trainer paling laris dari Bandung kini hadir di Jakarta!

Pasangan muda paling produktif yang menikah di usianya yang baru genap 21 & 22, siap HADIR untuk mentraining anda sekalian!
————————————————————————-
Training Jodoh Dunia Akhirat
at Graha RSPP, Aula lt.12 – Jakarta Selatan
26 Oktober 2013 – pukul 9.00-17.00

Dipandu dengan ‘Romantic Couple’ trainer LANGSUNG:

Ikhsanun Kamil (@canunkamil)
&
Foezi Cutra Cuaca Elmart (@fufuelmart)

serta opening session bersama:

Riant Raafi (@Just_Riant) & Dwi Ishak MW (@dwiishakmw)

— open registrasion at 8 am

Metoda Training:

Materi diramu dengan tiga kata kunci: Cleansing, Upgrading, dan Selecting. Isi materi akan mengungkap banyak hal tentang jodoh, memberi berbagai manfaat diantaranya:

> Mematahkan alasan-alasan susah jodoh
> Memahami konsep jodoh
> Persiapkan diri menjemput soulmate
> Proteksi diri dari cara sesat cari jodoh
> Menggunakan cara tepat cari jodoh
> Healing trauma yang telah menghijabi dengan jodoh
> Aktivasi magnet jodoh
> Seoptimal ikhtiar, doa yang sabar, tawakkal yang benar untukmenjemput jodoh
> Menerima dengan sempurna
> Visi-Misi pernikahan

Lalu bagaimana prakteknya?
Pelajari disini! Di event “Training Jodoh Dunia Akhirat”

Early bird (9 – 26 September) : 180.000,- IDR
Normal price ( 27 September – 23 Oktober) : 235.000,- IDR

Transfer ke 0284326278
BNI Syariah a/n Riant Raafi
Confirm pembayaran melalui SMS dengan format:

Nama_Alamat_Jumlah Tiket_Jumlah Transfer_Tanggal Transfer

dikirim ke 085697009228, kirim foto struk ke eo@glanzorganizer.com atau bawa saat acara

CP: 085311980027 (Hanny) — with Sa’id Rosyadi, Kang Abid, Habibah Amalia,

Dekati Sang Maha Cinta

Dekati Sang Maha Cinta

Beberapa diantara kita yang sudah menginjak umur layak menikah mungkin akan sering terpikirkan pernikahan. Buat yang sudah siap, monggo dikuatkan… yang belum hindari “kegalauan pernikahan” ya.. hhe. Saya pernah simpulkan begini tentang nikah muda, “Memang orang-orang dulu (para sahabat Rasul) menikah di umur yg muda, tp cek.. apa kapasitas kita sekarang sama dengan mereka?”

Statement tersebut bukan berarti ketika menikah kita harus sudah seperti para sahabat Rasul dahulu, namun untuk menegaskan bahwa menikah ialah sebuah tanggung jawab yang patut dipikirkan dengan serius, mau kita nikah muda atau tua. Karena banyak, pasangan muda yg berpisah tatkala usia pernikahannya muda pula, tapi byk juga pasangan muda yg awet pernikahannya hingga akhir hayat.

Mengapa ada pasangan yang seperti itu? Karena niat menikah kita bukan niat untuk #DekatiSangMahaCinta. Akibatnya galau sebelum nikah pun masih melanda kita walau sudah menikah (*sedih). Cinta memang tak bisa setiap orang hindari, muda maupun tua. Tapi yg menjadi nilai ialah bagaimana kita mendekati Cinta tersebut.

Buat yang masih muda dan belum siap menikah, hindari “kegalauan”, tapi dekati Cinta dengan #DekatiSangMahaCinta yaitu dengan perbanyak ilmu, jauhi maksiat, pelajari bagaimana menjalani hidup berkeluarga dengan yg sudah menikah. 3I yaitu: Ilmu-Ibadah-Nasihat. Bagi yg akan menikah, sepatutnya lebih kenceng lagi tuh ibadahnya. Karena akan menghadapi suatu agenda hidup terbesar.

Memang jodoh tak ada yang tau, yang jauh bisa didekatkan, yang dekat bisa dijauhkan. Tapi tetap berharap pada-Nya.

Ada yang sedang proses untuk menikah, mendekati khitbah gagal karena uzur syar’i. Ada pula yang hampir gagal proses, eh malah berlanjut ke pelaminan — (*contohnya saya =)). Tapi semua proses tentu harus dalam koridor syar’i… jangan cinta manusia menerobos hak cinta Allah kepada makhluknya.

Berdo’alah agar jodoh kita “Dunia-Akhirat”, di dunia menentramkan… di akhirat menyelamatkan.

Pernikahan ialah cara #FasilitasiRasa Cinta terapik yg Allah hadirkan bagi manusia, ada tanggung jawab, ada ketenangan, dan ada keselamatan. Selamat berakhir pekan 🙂

best regards,

sangterasing

love4allah

image source: 1

Mencintai bukan hal Sederhana

Mencintai bukan hal Sederhana

Mencintai bukan hal Sederhana

Sebelum ini malam-malam begitu sunyi, penuh kesendirian dan tak ada bintang menyinari langit. Tapi kabar dari langit menyisakan surga untukku, surga dunia dan akhirat…

Gayung bersambut engkau pun setuju. Walau halang rintangan menghujam raga dan jiwa, mana mungkin kurelakan kesempatan menjemput bidadari?

Hari itu pun tiba, kita diayun mesra semesta, menikmati jiwa-jiwa yang bersatu karena ridho-Nya.

Mencintaimu jadi penawar dahaga, peneman kesepian, bibit bahagia.. namun apakah selalu seperti itu?

Baru kusadar beberapa lama kesulitan melanda, bahtera suci tergoyang, bukan badai… hanya angin semilir namun mendung.

Air mata pun meleleh di kedua mata, mataku.. matamu.. entah karena sedih ataupun bahagia.

Dan baru kusadar…
Mencintai bukan hal yang sederhana.

Mencintai butuh dada yang kuat, tuk menahan segala beban, kesulitan, kesukaran, keegoisan.

Mencintai butuh hati yang luas, tuk menghadirkan kata damai, tuk maklumkan kesalahan kecil, tuk ridhoi yang tak kita sukai namun baik tuk bersama.

Mencintai bukanlah hal sederhana, ia luar biasa tak terkata-kata. Tak jua satu episode film Drama dapat jabarkannya.. ataupun berseri-seri.

Hal itu bisa menjadi kebahagiaan, jika kau bahagia jua…

Bahagia menjalani kesulitan, bahagia bersama memperjuangkan, bersama menanjaki tangga syurga.

Mak kau akan sadari, mencintai itu tak sederhana.. ia luar biasa dan bahagia.